PARADAPOS.COM - Seorang perempuan yang mengalami pendarahan aktif di Stasiun Sawah Besar, Jakarta Pusat, berhasil dievakuasi oleh tim Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Metro Jakarta Pusat pada Jumat siang. Petugas yang menerima laporan sekitar pukul 11.30 WIB langsung bergerak ke lokasi, memberikan pertolongan pertama, dan membawa korban menggunakan ambulans ke RSPAD Gatot Soebroto untuk penanganan medis lebih lanjut. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung menegaskan bahwa kecepatan respons ini merupakan wujud pelayanan kemanusiaan Polri yang selalu siaga.
Respons Cepat Tim Medis di Lapangan
Begitu informasi diterima, tim ambulans Sidokkes yang sedang piket langsung menuju Stasiun Sawah Besar. Dalam hitungan menit, mereka tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan awal terhadap korban. Suasana di sekitar stasiun yang biasanya ramai mendadak menjadi pusat perhatian saat petugas sigap menstabilkan kondisi perempuan tersebut sebelum membawanya ke rumah sakit. Evakuasi berjalan lancar, dan korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSPAD Gatot Soebroto dalam kondisi sadar.
Penjelasan Kapolres: Pelayanan Kemanusiaan Prioritas Utama
Kombes Reynold EP Hutagalung menekankan bahwa kehadiran ambulans dan personel Sidokkes bukan sekadar prosedur, melainkan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Ia menjelaskan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir memberikan pertolongan kemanusiaan ketika dibutuhkan.
"Begitu menerima informasi adanya warga yang membutuhkan pertolongan medis, tim ambulans Sidokkes Polres Metro Jakarta Pusat langsung bergerak menuju lokasi. Kecepatan penanganan sangat penting untuk meningkatkan peluang keselamatan korban, sehingga kami memastikan personel dan ambulans selalu siap memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Kombes Reynold dalam keterangannya, Sabtu (11/7/2026).
Kondisi Korban dan Penanganan Medis
Setelah tiba di RSPAD Gatot Soebroto, korban segera diserahkan kepada tim medis. Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan petugas Sidokkes di lapangan, perempuan tersebut mengalami pendarahan aktif dan memiliki riwayat penanganan medis akibat mola hidatidosa, atau yang dikenal sebagai hamil anggur. Kondisi ini memerlukan penanganan khusus dan cepat.
"Berdasarkan pemeriksaan awal, korban mengalami pendarahan aktif dan memiliki riwayat penanganan medis akibat mola hidatidosa (hamil anggur)," imbuhnya.
Imbauan ke Masyarakat: Jangan Ragu Hubungi 110
Usai memastikan korban mendapatkan perawatan dari tim medis RSPAD, personel Sidokkes kembali ke Markas Polres Metro Jakarta Pusat. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Kombes Reynold pun mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu menghubungi layanan Kepolisian 110 apabila menemukan orang yang membutuhkan pertolongan darurat.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi layanan Kepolisian 110 apabila menemukan orang yang membutuhkan pertolongan, mengalami keadaan darurat, kecelakaan, tindak kriminal, maupun gangguan kamtibmas lainnya. Layanan 110 aktif selama 24 jam dan akan segera ditindaklanjuti oleh personel di lapangan agar bantuan dapat diberikan secepat mungkin," jelasnya.
Artikel Terkait
Polri Tetapkan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka Korupsi dan TPPU
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus Kurang dari 24 Jam Setelah Bantah Isu Pengunduran Diri
KPK Awasi Penanganan Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Prancis Bukan Sekadar Mesin Pencetak Bintang, Tapi Bangsa yang Berani Lepas dari Bayang-Bayang Legenda