Insentif PPnBM DTP 3% Dongkrak Penjualan Mobil Hybrid, Toyota Capai 2.000 Unit/Bulan

- Rabu, 05 November 2025 | 02:35 WIB
Insentif PPnBM DTP 3% Dongkrak Penjualan Mobil Hybrid, Toyota Capai 2.000 Unit/Bulan

Dampak Insentif PPnBM DTP 3% Terhadap Penjualan Mobil Hybrid di Indonesia

Kebijakan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) sebesar 3 persen untuk mobil hybrid terbukti mendongkrak penjualan kendaraan ramah lingkungan ini di Indonesia. Menurut Anton Jimmi Suwandy, CEO Auto2000, insentif ini berperan penting dalam mempertahankan daya beli masyarakat terhadap mobil hybrid.

Kontribusi Insentif Hybrid bagi Pasar Otomotif

Anton Jimmi menjelaskan bahwa insentif PPnBM DTP sangat membantu dalam menutupi selisih harga mobil hybrid yang memang lebih tinggi akibat teknologi baterai dan motor listrik yang digunakan. Buktinya terlihat dari performa penjualan Toyota Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid yang tetap stabil berkat dukungan kebijakan pemerintah ini.

Data Penjualan Mobil Hybrid Toyota

Auto2000 mencatat penjualan mobil hybrid seperti Toyota Kijang Innova Zenix dan Yaris Cross telah mencapai 1.500 hingga 2.000 unit per bulan. Angka ini menyumbang sekitar 20 persen dari total pasar yang dikuasai Auto2000 di Indonesia.

Proyeksi Masa Depan Mobil Hybrid

Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, Anton memproyeksikan pangsa pasar mobil hybrid Toyota bisa meningkat menjadi 25-30 persen di masa mendatang. Hal ini menunjukkan potensi besar elektrifikasi kendaraan di Indonesia melalui jalur hybrid.

Syarat dan Masa Berlaku Insentif Hybrid

Insentif PPnBM DTP 3% mensyaratkan mobil hybrid harus dirakit lokal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen. Kebijakan ini mencakup semua jenis mobil hybrid, termasuk mild hybrid, strong hybrid, dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Namun, program ini dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2025.

Dampak Jika Insentif Tak Diperpanjang

Kepastian kelanjutan insentif mobil hybrid setelah tahun 2025 masih belum jelas. Jika tidak diperpanjang, diperkirakan akan terjadi kenaikan harga pada berbagai model mobil hybrid yang beredar di pasaran Indonesia.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar