Partai Golkar Terancam Jeblok di Pemilu Mendatang, Kader Sebut Bahlil Cs Penyebabnya
Partai Golkar dinilai memiliki peluang besar untuk mengalami penurunan suara atau jeblok di Pemilu mendatang. Ancaman ini disebut-sebut berasal dari ulah pucuk pimpinan partai sendiri.
Kritik Pedas dari Kader Internal Golkar
Wakil Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Riza Fakhrumi Tahir, menyampaikan kritik pedas. Menurutnya, kerja politik Ketum Bahlil Lahadalia, Sekjen Muhammad Sarmuji, dan Waketum Ahmad Doli Kurnia Tandjung saat ini lebih menguntungkan partai politik lain, bukan untuk kepentingan Golkar.
Riza menegaskan bahwa ketiganya adalah orang yang paling bertanggung jawab atas pelemahan yang terjadi di tubuh Partai Golkar. "Tidak layak mereka berada di pucuk pimpinan Golkar. Mereka pengkhianat. Harus disingkirkan," tegas Riza yang juga Ketua Bidang Organisasi MW KAHMI Sumut.
Peringatan Ancaman Degradasi dan Seruan Penyelesaian
Riza memperingatkan bahwa di bawah kepemimpinan Bahlil dan Sarmuji, posisi Golkar dalam kondisi sangat rawan. Partai berlogo pohon beringin ini disebut terancam degradasi pada Pemilu yang akan datang.
Oleh karena itu, Riza mengimbau para sesepuh dan mantan ketua umum Partai Golkar untuk segera turun tangan. Nama-nama seperti Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Setya Novanto, dan Airlangga Hartarto diminta menyelamatkan Golkar dari krisis ini.
Riza juga mengingatkan agar kasus pemberhentian Ijeck (Ichsan Fauzi) di Sumut tidak dianggap sepele, karena berpotensi berimplikasi secara nasional terhadap kondisi partai.
Artikel Terkait
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru, Skandal Korupsi Makan Bergizi Gratis BGN Rugikan Negara Ratusan Triliun
PDIP Balas Sindiran Golkar: Urus Saja Pemadaman Listrik, Jangan Sibuk Mengurusi Posisi Kami
Jokowi Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Siap Hadirkan Ijazah Asli di Sidang
Mahfud MD Akui Sejak Awal Ragu Pemerintah Serius Reformasi Polri, Sebut Rekomendasi Tim Mandek Tanpa Tindak Lanjut