PARADAPOS.COM - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin secara tegas menyatakan tidak memiliki minat atau niat untuk maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2029. Pernyataan ini disampaikannya menanggapi isu yang berkembang dan hasil survei yang menempatkan namanya sebagai salah satu kandidat potensial.
Penegasan Langsung di Tengah Isu
Beredarnya isu yang menghubungkan namanya dengan bursa cawapres mendampingi Prabowo Subianto dijawab Sjafrie dengan lugas. Dalam pernyataan yang dikutip dari media, mantan Panglima Komando Daerah Militer Jaya itu menampik spekulasi tersebut.
"Enggak ada minat. Enggak ada niat," tegas Sjafrie, Jumat (20/2/2026).
Survei dan Analisis Peluang
Isu tersebut muncul setelah sebuah survei yang dirilis Indonesian Public Institute (IPI) pada akhir Januari hingga awal Februari 2026 menyertakan nama Sjafrie. Dalam survei itu, ia disebut bersama sejumlah nama lain seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai figur yang dianggap potensial untuk Pilpres 2029.
Namun, di kalangan pengamat politik, peluang pasangan Prabowo-Sjafrie dinilai tidak besar. Analisis ini didasarkan pada pertimbangan strategis dan konvensi politik yang berlaku.
Tinjauan dari Pengamat
Ray Rangkuti, pengamat dari Lingkaran Madani, memberikan pandangannya mengenai kemungkinan pasangan tersebut. Ia melihat adanya kendala signifikan dari sisi komposisi dan representasi.
"Sebenarnya agak sulit Sjafrie dipasangkan dengan Pak Prabowo. Rasanya enggak mungkin ada dua orang TNI dipasangkan bersama-sama," ungkap Ray, Rabu (18/2/2026).
Pernyataan Sjafrie dan analisis para pengamat ini mengisyaratkan bahwa dinamika bursa cawapres untuk Pilpres 2029 masih akan mengalami banyak perubahan, meski pembicaraan telah mulai mengemuka jauh sebelum waktunya.
Artikel Terkait
Prabowo Peringatkan Pemimpin yang Berbohong ke Rakyat: Itu Dosa dan Pengkhianatan
Ray Rangkuti: Ancaman Demokrasi Kini Bukan Kudeta Militer, Melainkan ‘Kudeta Merambat’
Direktur ABC Riset: Kemenangan Praperadilan Roy Suryo Cerminkan Keanehan Proses Hukum Kasus Ijazah Presiden
Ribuan Buruh Jabodetabek Akan Demo di Depan Kemenkeu Tuntut Penghapusan Pajak JHT