PARADAPOS.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya secara tegas membantah isu yang beredar mengenai potensi kerusuhan atau chaos di Indonesia dalam waktu dekat. Pernyataan penegasan ini disampaikannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (10/4), sebagai upaya meredam spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat. Teddy menilai narasi tersebut keliru dan tidak memiliki dasar fakta, sambil menekankan bahwa situasi nasional justru dalam kondisi terkendali dan stabil.
Penegasan di Tengah Situasi Global yang Dinamis
Dalam penjelasannya, Teddy Indra Wijaya justru memaparkan sejumlah indikator yang menunjukkan ketahanan Indonesia di tengah tekanan situasi global. Ia mengakui adanya dinamika dunia yang penuh tantangan, seperti konflik di kawasan Timur Tengah yang berimbas pada gejolak harga energi di banyak negara. Namun, kondisi itu, menurutnya, justru menjadi batu ujian yang menunjukkan stabilitas dalam negeri.
“Jadi beberapa waktu lalu sempat ada isu yang menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Indonesia akan chaos ya. Pertama, saya minta maaf mau luruskan, itu adalah narasi yang keliru. Tidak ada itu chaos-chaos. Yang ada adalah semuanya terkendali,” tegas Teddy saat ditemui di Jakarta.
Kebijakan Konkret dan Daya Beli Masyarakat
Sebagai bukti konkret, Teddy menyoroti keputusan politik ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang dianggapnya sangat protektif terhadap daya beli rakyat. Di saat banyak negara terpaksa menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat kesulitan pasokan dan tekanan harga global, pemerintah Indonesia memilih untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi.
“Di tengah konflik global dan dampak di Timur Tengah, perang di Timur Tengah, banyak sekali negara yang menaikkan harga BBM, kesulitan BBM, tetapi justru Presiden Prabowo memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi sama sekali. Itu fakta,” jelasnya dengan nada meyakinkan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa data ekonomi yang dimiliki pemerintah menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga. Tren ini, dalam pandangannya, mencerminkan optimisme dan ketahanan fondasi ekonomi nasional.
Stabilitas yang Terbukti dalam Momen Penting
Pengalaman empiris selama masa pemerintahan saat ini juga dijadikan rujukan oleh Teddy. Ia menyebut pelaksanaan dua periode perayaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran yang berlangsung aman dan lancar sebagai cerminan nyata dari stabilitas keamanan dan ketertiban nasional. Momen-momen besar seperti Lebaran, yang melibatkan mobilitas jutaan orang, sering dijadikan tolok ukur kemampuan negara dalam menjaga ketertiban.
Menyimpulkan pernyataannya, Teddy kembali mengimbau masyarakat untuk bersikap tenang dan kritis. Ia meminta publik tidak mudah terpengaruh oleh narasi-narasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.
“Jadi masyarakat jangan khawatir,” imbuhnya, menutup pernyataan dengan pesan agar kepercayaan terhadap kondisi nasional yang aman dan terkendali tetap dijaga.
Artikel Terkait
Razman Arif Nasution Duga Isu Ijazah Palsu Jokowi Sengaja Dimainkan untuk Gerus Dukungan Politik
Safari Politik Jokowi Dinilai Sinyal ke Prabowo demi Jaga Nilai Tawar dan Peluang Gibran
Jokowi Dikabarkan Akan Keliling Indonesia, Pengamat: Itu Bentuk Kepanikan Politik
Menkeu Akui Tak Tahu Anggaran Rp100 Miliar untuk Sapi Kurban Presiden