Pakar Politik Sebut Penaikan Pangkat Komjen Polri adalah Jurus Listyo Sigit Selamatkan Diri dan Keluarga Jokowi
Pakar politik Prof Ikrar Nusa Bhakti memberikan analisis mengejutkan terkait penaikan pangkat sejumlah Komisaris Jenderal (Komjen) Polri. Menurutnya, langkah ini merupakan strategi dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk mengamankan posisinya sendiri serta melindungi mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya.
Mencari Pengganti yang "Aman"
Dalam penjelasannya di siniar Abraham Samad Speak Up, Prof Ikrar mengungkapkan bahwa para Komjen yang naik pangkat itu diharapkan dapat menjadi calon Kapolri di masa depan. Tujuannya jelas: mencari pengganti yang tidak membahayakan kepentingan Listyo Sigit maupun keluarga Jokowi.
Kritik terhadap Masa Jabatan dan "Geng Solo"
Prof Ikrar menyatakan ketidaksetujuannya dengan metode ini. Ia mengkritik panjangnya masa jabatan calon pimpinan Polri dan TNI, yang menurutnya dapat menimbulkan masalah. Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa Kapolri dan Panglima TNI saat ini merupakan orang-orang dekat Jokowi sejak masa tugasnya di Solo, yang sering disebut publik sebagai "Geng Solo".
Warisan Jokowi Dinilai Berbahaya
Menurut Prof Ikrar, keberadaan pejabat dari "Geng Solo" inilah yang menyebabkan berbagai hal yang tidak diinginkan publik masih terus berlanjut. Ia menegaskan bahwa warisan politik Jokowi (The Jokowi Legacy) sangat berbahaya bagi Indonesia karena dianggap merusak institusi TNI dan Polri.
Harapan untuk Kepemimpinan Baru
Prof Ikrar berharap Presiden Prabowo Subianto ke depannya dapat menunjuk calon Kapolri dan Panglima TNI yang tidak lagi terkait dengan politik Jokowi. Penunjukan pejabat tinggi negara, menurutnya, harus bebas dari kepentingan politik praktis dan koneksi masa lalu.
Sumber: konteks
Artikel Terkait
Mahasiswa Protes Rencana Impor 105 Ribu Pikap India untuk Kopdes
Pakar Nilai ART dengan AS Cerminkan Kegagalan Negosiasi Tim Ekonomi
Peneliti Bela Keabsahan Ijazah Paket C Ketua BEM UGM yang Vokal Kritik Prabowo
Penyidik Polda Metro Jaya Periksa Saksi dari Lingkaran Jokowi Terkait Laporan Roy Suryo