Rekor Mencengangkan! Transaksi Obligasi & Repo BEI Tembus Rp 1.011 Triliun

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 03:05 WIB
Rekor Mencengangkan! Transaksi Obligasi & Repo BEI Tembus Rp 1.011 Triliun
Rekor Transaksi Obligasi dan Repo di BEI Tembus Rp1.000 Triliun - Analisis Pasar

BEI Cetak Rekor Baru: Transaksi Obligasi dan Repo Tembus Rp1.011 Triliun

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pencapaian bersejarah dalam perdagangan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) serta Repurchase Agreement (Repo) melalui Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA). Hingga 27 Oktober 2025, nilai transaksi kumulatif di platform SPPA telah mencapai Rp1.011,2 triliun secara year-to-date (ytd).

Lonjakan Transaksi dan Komposisi Perdagangan

Angka fantastis ini mencerminkan pertumbuhan yang sangat pesat, dengan peningkatan sebesar 412,6 persen jika dibandingkan dengan total transaksi yang dicapai sepanjang tahun 2024. Rata-rata nilai transaksi harian di SPPA juga mencatatkan angka yang tinggi, yaitu Rp5,3 triliun.

Dari total transaksi kumulatif tersebut, komposisinya terbagi menjadi:

  • 51% atau Rp516,9 triliun berasal dari transaksi jual beli.
  • 49% atau Rp494,3 triliun bersumber dari transaksi repo.

Kepercayaan Pasar dan Peningkatan Pengguna

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa capaian triliunan rupiah ini merupakan bukti nyata kepercayaan pelaku pasar terhadap integritas, efisiensi, dan keandalan sistem SPPA. Peningkatan transaksi ini juga diiringi oleh bertambahnya jumlah lembaga keuangan yang aktif menggunakan platform SPPA.

Hingga akhir Oktober 2025, tercatat 38 lembaga keuangan yang aktif bertransaksi, yang terdiri dari:

  • 20 Bank Umum
  • 2 Bank Pembangunan Daerah (BPD)
  • 16 Perusahaan Sekuritas

Posisi Strategis SPPA dan Masa Depan Pasar

Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi SPPA sebagai pusat likuiditas (pool of liquidity) utama untuk perdagangan EBUS dan pasar uang di Indonesia. BEI berkomitmen untuk terus meningkatkan keandalan sistem dan mendukung percepatan digitalisasi pasar keuangan nasional.

Kedepannya, SPPA diharapkan dapat menjadi platform perdagangan elektronik utama untuk instrumen EBUS dan Pasar Uang di pasar sekunder Indonesia, yang mampu melayani kebutuhan industri dan semua pemangku kepentingan dengan tingkat efisiensi tertinggi.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar