Mengungkap Cara Kerja CIA dalam Operasi Penangkapan Presiden Maduro
Operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, menjadi aksi militer paling berani di era kepemimpinan Donald Trump. Artikel ini menganalisis secara mendalam strategi rahasia dan tahapan operasi yang dilakukan oleh CIA dan pasukan khusus AS.
1. Pelacakan Intelijen dan Tekanan Diplomatik
Operasi dimulai dengan tekanan diplomatik langsung dari Presiden Donald Trump, yang memberi ultimatum kepada Maduro untuk mundur. Saat itu, armada kapal perang AS sudah berlayar di lepas pantai Venezuela. CIA telah menyusupkan tim kecil ke negara tersebut untuk melacak segala kebiasaan, pergerakan, hingga detail kehidupan pribadi Maduro, termasuk tempat tidur, pola makan, dan rutinitas perjalanannya.
Intelijen yang dikumpulkan sangat mendetail, bahkan mencakup pengetahuan tentang hewan peliharaan Maduro. Pasukan elit AS kemudian berlatih intensif menggunakan replika kompleks kepresidenan Venezuela, yang dibangun berdasarkan data intelijen tersebut, mirip dengan pelatihan operasi pembunuhan Osama bin Laden.
2. Persiapan dan Eskalasi Militer
Selama berbulan-bulan sebelum eksekusi, pemerintahan Trump secara diam-diam meningkatkan tekanan. Pada September, AS mulai menenggelamkan kapal-kapal di Karibia yang diduga mengangkut narkoba, sebuah tindakan yang diklaim sebagai bagian dari perang melawan kartel narkoba yang didukung rezim. Eskalasi terus berlanjut dengan dikerahkannya kapal induk USS Gerald R. Ford ke perairan Karibia.
Perencanaan akhir operasi disetujui Trump sebelum Natal, dengan markas sementara di Mar-a-Lago. Operasi yang diberi nama "Absolute Resolve" ini sangat rahasia, bahkan waktu pastinya hanya diketahui oleh lingkaran sangat terbatas di Pentagon hingga momen terakhir.
3. Eksekusi dan Penangkapan
Setelah cuaca di Caracas membaik, operasi diluncurkan. Pasukan Delta AS menerobos masuk ke kediaman Maduro. Meski terjadi baku tembak dan sebuah helikopter AS terkena tembakan, pasukan berhasil menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, saat mereka berusaha melarikan diri ke ruang aman baja.
Dalam waktu singkat, Maduro dan istrinya sudah dievakuasi keluar dari Venezuela. Foto yang dirilis Gedung Putih menunjukkan Maduro dalam keadaan diborgol dan ditutup matanya di atas kapal perang USS Iwo Jima. Ia kemudian diterbangkan ke Bandara Stewart di New York untuk menjalani proses hukum.
Implikasi dan Tuntutan Hukum
Maduro menghadapi serangkaian tuntutan berat di pengadilan AS terkait skema korupsi dan kerja sama dengan jaringan narkotika internasional. Operasi ini menandai babak baru dalam hubungan AS-Amerika Latin dan menunjukkan kesiapan AS untuk menggunakan opsi militer langsung dalam menekan rezim yang dianggap bermasalah.
Kesuksesan operasi ini mengandalkan kombinasi antara intelijen akurat, pelatihan intensif pasukan khusus, dan penerapan tekanan multidimensi yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Trump Serukan Deportasi Dua Anggota Kongres Demokrat Usai Ricuh di Pidato Kenegaraan
Iran Tuduh AS dan Israel Gunakan Propaganda Nazi Jelang Perundingan Nuklir
Analisis Israel Peringatkan Ancaman Baru dari Blok Sunni yang Dipimpin Turki-Mesir
Dewan Perdamaian AS Kecualikan Israel dari Iuran Miliaran Dolar, Pengamat Soroti Ketimpangan