Konflik ini, menurutnya, didorong oleh kekhawatiran Barat terhadap kebangkitan kekuatan geopolitik baru seperti Rusia dan China yang mengancam dominasi global mereka. "Ini adalah perjuangan eksistensial," tegas Trenin.
Strategi dan Rekomendasi untuk Rusia
Dalam analisisnya, Trenin mendorong Rusia untuk beralih dari strategi defensif ke mobilisasi nasional yang terukur, dengan fokus pada:
- Penguatan sektor teknologi dan ekonomi
- Peningkatan kerja sama strategis dengan mitra seperti Belarus dan Korea Utara
- Memanfaatkan keretakan internal di Uni Eropa sebagai celah strategis
Dinamika Global dan Langkah Ke Depan
Trenin juga menyinggung dinamika politik AS, termasuk kemungkinan kembalinya Donald Trump, yang bisa memberi ruang untuk menurunkan tekanan militer terhadap Rusia. Namun, konfrontasi kebijakan luar negeri Washington dinilai akan tetap berlanjut.
Dalam pernyataan yang tegas, ia menyebut Rusia harus siap mengambil langkah preemptif jika eskalasi tak terhindarkan, termasuk opsi senjata strategis, dengan kesadaran penuh atas risikonya.
Keberhasilan dalam perang dunia bentuk baru ini, menurut Trenin, tidak diukur dari perluasan wilayah, tetapi dari kemampuan menggagalkan strategi lawan. Medan perangnya meliputi semua aspek, dari militer hingga perang narasi.
"Era ilusi telah berakhir. Dunia berada dalam konflik global, dan satu-satunya pilihan adalah bertindak secara berani, terukur, dan strategis," pungkas Dmitry Trenin.
Artikel Terkait
AS Serukan Warga Negara Segera Tinggalkan Iran, Ancaman Serangan Membayang
Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran: Analisis Terkini & Respons atas Protes
Rusia Klaim Tembak Jatuh Jet F-16 Ukraina: Fakta, Analisis, dan Respons
AS Perintahkan Warga Negara Segera Tinggalkan Venezuela: Latar Belakang, Ancaman, dan Analisis Terkini 2026