PARADAPOS.COM - Seorang jurnalis India yang baru saja kembali dari Israel mengungkapkan pengalaman lapangannya yang kontras dengan narasi umum tentang keamanan dan teknologi pertahanan negara tersebut. Dalam laporannya, Braj Mohan Singh dari Sadhna News menyoroti kerapuhan sistem bunker, tantangan yang dihadapi media, serta insiden rasial yang dialaminya selama berada di wilayah konflik dari akhir Februari hingga awal Maret.
Pengalaman Langsung di Tengah Konflik
Braj Mohan Singh mendasarkan kritiknya pada observasi langsung selama kunjungan kerja di Israel. Ia menggambarkan situasi di lapangan yang jauh dari gambaran sempurna yang sering diproyeksikan. Menurutnya, ancaman serangan udara merupakan realitas yang mencekam dan tidak memandang bangsa.
Pengalamannya juga diwarnai perlakuan yang tidak menyenangkan dari warga setempat. "Ketika suatu insiden terjadi, kami tidak diberi detail lokasinya," ujarnya. "Keesokan harinya, ketika kami mengunjungi lokasi tersebut, kami diberitahu, 'Hanya ada satu korban jiwa'. Tetapi seorang warga setempat memberi tahu kami, 'Ada empat rumah, dan semua orang meninggal,' yang menunjukkan bahwa terjadi insiden besar."
Klaim Keamanan Bunker Dipertanyakan
Salah satu poin utama yang diangkat Singh adalah efektivitas bunker perlindungan yang diandalkan Israel. Ia menyatakan dengan tegas bahwa klaim keamanan tersebut lebih merupakan retorika belaka. Pengamatannya di lapangan justru menunjukkan hal yang sebaliknya.
"Itu hanya retorika bahwa bunker melindungi Anda," tegas Singh. "Saya melihat orang-orang meninggal di bunker sedalam 100 kaki, dan mereka (orang Israel) tidak memberi tahu Anda fakta sebenarnya."
Keterbatasan Akses dan Kebebasan Pers
Jurnalis senior ini juga membandingkan kondisi kebebasan pers antara India dan Israel. Ia mengungkapkan sejumlah kendala signifikan yang menghambat peliputan jurnalistik yang komprehensif di Israel, mulai dari pembatasan informasi hingga akses ke lokasi kejadian.
"Kebebasan pers di India jauh lebih baik daripada di Israel. Kami berterima kasih kepada pemerintah India, karena mereka memberikan detail," lanjutnya. "Di Israel, pemerintah sama sekali tidak memberi tahu Anda apa pun. Anda tidak dapat merekam mayat, dan Anda tidak dapat mengunjungi rumah sakit."
Teknologi Pertahanan yang Dianggap Gagal
Singh turut mempertanyakan keandalan sistem peringatan dini dan teknologi pertahanan mutakhir Israel. Ia menceritakan momen menegangkan ketika serangan terjadi tanpa ada sirene peringatan sebelumnya, menggambarkan betapa rapuhnya sistem tersebut dalam situasi nyata.
"Kami diberitahu bahwa Israel memiliki teknologi yang canggih. Namun, izinkan saya memberi tahu Anda bahwa suatu pagi buta tidak ada sirene, dan rudal menghantam tanpa peringatan apa pun," ungkapnya. "Teknologi gagal, dan sulit untuk menentukan kapan drone dan rudal akan menyerang."
Konteks Kerusakan Pasca-Serangan Iran
Laporan dari berbagai sumber internasional sebenarnya telah mengonfirmasi dampak signifikan dari serangan yang terjadi. Data yang beredar menunjukkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang tidak kecil. Misalnya, serangan rudal balistik di Beit Shemesh, Israel tengah, dilaporkan menewaskan sembilan orang dan melukai lebih dari dua puluh orang. Sementara di Tel Aviv, otoritas kota mencatat setidaknya 40 bangunan mengalami kerusakan akibat serangan yang sama.
Di akhir paparannya, Singh menyampaikan kekhawatiran mendalam tentang skala ancaman yang sebenarnya. "Anda pasti sudah mendengar bahwa Iran menargetkan hampir setiap kedutaan besar AS di Timur Tengah, dan mungkin mereka juga mencoba menargetkannya di Tel Aviv," tuturnya. "Kita tidak akan selamat di sana."
Pernyataan-pernyataan ini menawarkan perspektif langsung dari tanah konflik, yang meskipun subjektif, memberikan dimensi manusiawi dan profesional terhadap laporan-laporan resmi yang sering kali hanya berisi angka dan pernyataan politik.
Artikel Terkait
Laporan Intelijen AS: Rusia Diduga Bantu Iran Targetkan Aset Militer AS dan Israel
Iran Lancarkan Serangan Rudal Balistik ke Tel Aviv, Bandara Ben Gurion Dilaporkan Rusak
Rekaman Prank Ungkap Seruan Reza Pahlavi untuk Serangan Militer ke Iran
Iran Klaim Serang Target Israel dan AS di Teluk, Pertahanan Udara Negara-Negara Arab Berhasil Pencegat