PARADAPOS.COM - Seorang politikus Inggris, George Galloway, mengklaim adanya penyensoran informasi besar-besaran terkait dampak serangan Iran terhadap Israel. Dalam pernyataan yang viral, pemimpin Partai Buruh Inggris itu menyebut kehancuran di Tel Aviv sangat parah dan disembunyikan, sambil meragukan data resmi korban tewas warga Amerika Serikat. Klaim-klaim ini, yang belum diverifikasi secara independen, menambah lapisan kontroversi dalam lanskap informasi konflik yang sudah kompleks.
Klaim Sensor dan Kehancuran di Tel Aviv
George Galloway, yang juga dikenal sebagai pendiri organisasi pro-Palestina VIVA Palestina, secara terbuka menuduh pemerintah Israel dan media Barat bekerja sama menutupi skala kerusakan sebenarnya. Ia menyatakan, otoritas setempat memberlakukan ancaman hukuman penjara bagi siapa pun yang menyebarkan bukti visual dari lapangan. Menurutnya, jaringan berita internasional utama pun diklaim ikut mematuhi pembatasan informasi ini.
Lebih jauh, Galloway menggambarkan kondisi Tel Aviv pasca-serangan sebagai "luluh lantak", menyamakannya dengan kondisi di Jalur Gaza. Ia mengaku mendapatkan gambaran itu dari sumber langsung di lokasi.
"Bagaimana saya tahu itu? Karena saya puna teman-teman di Tel Aviv, di Jalan Sheinkin, dekat Lapangan Dizengoff, dan merekalah yang memberi tahu saya dari mulut mereka sendiri bahwa Tel Aviv sekarang terlihat seperti Gaza," ungkapnya.
Runtuhnya Pertahanan dan Serangan Rudal
Di balik klaim kehancuran tersebut, Galloway menyoroti faktor penyebabnya. Ia menyebut sistem pertahanan udara Israel di atas Tel Aviv sudah tidak berfungsi, membuka peluang bagi Iran untuk melancarkan serangan rudal balistik secara masif. Dalam satu malam saja, ia menyebut puluhan rudal diklaim menghantam kota tersebut.
Analisis semacam ini, meski berasal dari seorang figur politik yang berpengalaman mengamati konflik Timur Tengah, tetap perlu dilihat dengan konteks yang hati-hati mengingat minimnya bukti visual yang dapat diakses publik untuk mengonfirmasinya.
Keraguan atas Data Korban AS dan Dampak Global
Tidak hanya berfokus pada Israel, pernyataan Galloway juga menyasar Amerika Serikat. Ia dengan tegas meragukan laporan resmi Washington yang hanya mengakui empat korban jiwa warganya. Dengan mempertanyakan logika di balik angka tersebut mengingat banyaknya fasilitas AS di luar negeri yang dikabarkan rusak, ia menyampaikan estimasi yang jauh lebih tinggi.
"Bagaimana mungkin semua pangkalan CIA, semua kedutaan besar Amerika, semua pangkalan asing Amerika Serikat hancur dengan hanya empat orang Amerika yang tewas? Saya berani bertaruh, jumlah orang Amerika yang tewas mendekati seribu orang dan mereka tidak bisa disembunyikan selamanya," tegasnya.
Dari perspektif yang lebih luas, Galloway juga menyentuh dampak ekonomi global. Ia mengklaim pasar saham dunia mengalami gejolak hebat, sambil menyoroti pergerakan anomali di bursa Israel. Sebagai penutup, ia memperingatkan skenario terburuk berupa blokade total minyak dari Teluk Persia, yang ia gambarkan sebagai situasi yang sangat mengkhawatirkan bagi stabilitas global.
Artikel Terkait
Senator AS Ungkap Motif Ekonomi di Balik Konflik dengan Iran
Mojtaba Khamenei Ditunjuk Majelis Ahli sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Baru
Analisis Forensik: Bukti Kuat Serangan Rudal AS Hancurkan Sekolah Putri di Iran
Iran Tetapkan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru, AS-Israel Ancam Lanjutkan Serangan