Rismon Sianipar Pamer Buku Baru 'Gibran End Game' Usai Ditahan, Soroti Ijazah Gibran
Rismon Hasiholan Sianipar, seorang ahli digital forensik, menunjukkan sikap tak gentar meski telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Perhatiannya kini beralih ke putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.
Bersama Roy Suryo dan Dokter Tifa, Rismon turut mempertanyakan keabsahan ijazah pendidikan menengah atas (SMA) milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka mengklaim bahwa Gibran diduga hanya merupakan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Peluncuran Buku 'Gibran End Game: Wapres Tak Lulus SMA'
Pada hari yang sama ketika statusnya berubah menjadi tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya, Jumat (7/11/2025), Rismon Sianipar mengunggah desain sampul buku terbarunya ke akun Twitter/X @SianiparRismon. Buku tersebut berjudul 'Gibran End Game: Wapres Tak Lulus SMA'.
Buku ini memiliki kemiripan tema dan desain sampul dengan buku sebelumnya, 'Jokowi White Paper', yang diluncurkan bersama rekan-rekannya. Jika buku sebelumnya mengupas tuntas bukti-bukti seputar ijazah Presiden Jokowi, buku 'Gibran End Game' diklaim akan mengungkap fakta-fakta terkait keabsahan ijazah pendidikan Gibran Rakabuming Raka.
Dalam cuitannya, Rismon meminta pendapat publik mengenai desain sampul bukunya dengan menulis, "Kalau covernya seperti ini, gimana guys? terimakasih untuk masukan sebelumnya ya..."
Respon Publik Terhadap Buku Gibran End Game
Unggahan Rismon langsung memantik beragam reaksi dari warganet. Tanggapan yang muncul terbelah antara dukungan dan kekhawatiran atas konsekuensi hukum yang mungkin ia hadapi.
Beberapa komentar warganet yang mendukung menyoroti keteguhan Rismon dan rekan-rekannya. Sebaliknya, sejumlah netizen mengingatkan agar Rismon dan timnya bersiap menghadapi segala proses hukum yang sedang berjalan.
Isu seputar kualifikasi pendidikan para pemimpin nasional terus menjadi topik hangat yang memicu diskusi publik mengenai integritas dan kepatuhan terhadap hukum dalam dunia politik Indonesia.
Artikel Terkait
Investor Unggul Metro Timur Indonusa Suntik Dana ke Otto Media Grup untuk Dukung Branding Startup
Dokumen Bocor Ungkap Alokasi Dana Soros Rp28 Triliun untuk Program Demokrasi di Indonesia
Pengamat Pertanyakan Implikasi Restorative Justice Rismon Sianipar terhadap Kasus Ijazah Palsu
BGN Bekukan Dua Dapur Makan Bergizi Gratis di Ponorogo Diduga Manipulasi Anggaran