Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tetap Jalan Saat Libur, Warganet Sindir: Yang Makan Setan!

- Minggu, 21 Desember 2025 | 10:50 WIB
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tetap Jalan Saat Libur, Warganet Sindir: Yang Makan Setan!
Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Saat Libur, Warganet: Yang Makan Setan!

Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Saat Libur, Warganet: "Yang Makan Setan!"

PARADAPOS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama musim liburan sekolah. Sejumlah skema telah disiapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyiasati distribusinya.

Salah satu skema yang disiapkan adalah meminta siswa untuk mengambil paket MBG langsung ke sekolah masing-masing. Kebijakan ini pun langsung menuai sorotan dan menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet.

Banyak warganet yang mengaku heran dengan kebijakan ini. Tidak sedikit pula yang memberikan komentar sinis dan menganggap pemerintah sedang bercanda.

"Ngakak... Opsi opsi yg ditawarin juga lucu," cuit seorang pengguna X dengan akun @purbaningrum.

"Yang makan (MBG) setan," sambung aktivis antikorupsi, Emerson Yuntho, melalui akun @emerson_yuntho.

Penjelasan Resmi dari Badan Gizi Nasional

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, memberikan penjelasan terkait pelaksanaan program MBG selama masa liburan. Ia menerangkan bahwa keikutsertaan siswa dalam program ini saat libur bergantung pada kesepakatan antara pihak sekolah dan murid.

"Untuk anak-anak sekolah tergantung kesepakatan dengan pihak sekolah, kalau muridnya mau ambil di sekolah ya kita kasih, kalau tidak mau ya tidak kita kasih. Jadi tidak dipaksa ya yang di sekolah," ujar Nanik.

Menu dan Mekanisme Pengambilan Saat Liburan

Nanik juga menyebutkan bahwa menu MBG selama liburan akan disesuaikan. Menu akan berbahan kering yang lebih tahan lama, seperti buah, susu, roti, dan telur asin.

Mengenai mekanisme pengambilannya, Nanik menyatakan bahwa pengambilan bisa dilakukan oleh orangtua siswa atau siswa sendiri ke sekolah.

"Mekanismenya bisa dua atau tiga hari diantar ke sekolah, nanti murid-murid yang mau ambil didaftar. Orangtuanya juga boleh yang ambil," jelas Nanik.

Kebijakan ini tetap menjadi pro dan kontra di masyarakat, menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas dan kemudahan akses program bantuan sosial selama masa libur panjang sekolah.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar