Bupati Aceh Utara Protes: 213 Tewas & 25 Kecamatan Hancur Banjir, Tak Disorot Pusat

- Selasa, 30 Desember 2025 | 13:25 WIB
Bupati Aceh Utara Protes: 213 Tewas & 25 Kecamatan Hancur Banjir, Tak Disorot Pusat
Bupati Aceh Utara Protes: Daerah Hancur Diterjang Banjir, Tapi Tak Disorot Pemerintah Pusat

Bupati Aceh Utara Protes Keras: "Daerah Kami Hancur Diterjang Banjir, Tapi Tak Disorot Pemerintah Pusat"

Rapat Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Aceh berubah panas setelah Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, melontarkan keluhan keras di hadapan pejabat pusat. Ia menyatakan Aceh Utara mengalami kehancuran besar akibat banjir, namun justru menjadi daerah yang paling sedikit mendapat perhatian nasional.

Skala Kerusakan Parah di Aceh Utara

Ismail A. Jalil membeberkan data kerusakan yang hampir melumpuhkan seluruh wilayahnya. Dari total 27 kecamatan, 25 di antaranya hancur diterjang banjir. Puluhan ribu rumah dan fasilitas umum rusak berat. Data pemerintah daerah mencatat:

  • 124.000 KK atau sekitar 433.000 jiwa terdampak.
  • Korban meninggal dunia mencapai 213 orang.
  • Enam warga lainnya masih dalam status hilang.

Protes Minimnya Sorotan dan Kunjungan Pusat

Yang membuat Bupati terpukul adalah minimnya sorotan nasional terhadap bencana di Aceh Utara. Ia merasa wilayahnya seperti "tak terlihat" oleh pemerintah pusat. Ismail menyinggung bahwa baik Presiden Prabowo Subianto maupun Wakil Presiden belum pernah mengunjungi Aceh Utara pascabencana.

"Mungkin di Aceh Utara selama ini, Pak Presiden selalu ke Tamiang dan ke Takengon, Aceh Tengah, dan juga hadir di Pidie Jaya. Tapi di Aceh Utara kayaknya, kayak mana saya rasa, apa (Presiden) enggak tahu ada banjir?" ujar Ismail dalam rapat koordinasi seperti dikutip dari TV Parlemen (30/12/2025).

Penyebab 'Hilangnya' Bencana Aceh Utara dari Sorotan Media

Ismail menjelaskan akar masalahnya adalah lumpuhnya total jaringan komunikasi dan listrik selama bencana. Tanpa sinyal, internet, dan listrik, warga tidak bisa mengirimkan dokumentasi foto atau video.

"Kami hanya bisa melihat di atap-atap. Tapi kami tidak bisa memviralkan," ujarnya, seperti dikutip dari inilah.com. Situasi tragis itu pun tidak muncul di media sosial dan tidak viral seperti di wilayah lain, sehingga skala kerusakan seolah tak terlihat oleh publik nasional.

Kondisi Lapangan yang Memilukan dan Dampak Melebihi Tsunami

Dalam rapat, Ismail menggambarkan situasi lapangan yang pedih. Warga terjebak hanya bisa bertahan di atap rumah dan bangunan ibadah, menunggu pertolongan berjam-jam. Ia bahkan mengaku sempat menangis meminta pesawat untuk mengirim logistik ke wilayah terisolir.

Lebih mengejutkan, Bupati menyatakan dampak banjir ini lebih dahsyat daripada tsunami di beberapa titik. Arus deras menciptakan muara-muara baru yang mengubah bentuk desa. Satu kampung bisa muncul 5-7 muara baru, dengan sebagian besar rumah warga hilang total.

Janji Pemulihan dari Pemerintah Pusat

Menanggapi hal ini, pemerintah pusat melalui Satgas Bencana berjanji mempercepat pemulihan. DPR RI menyepakati langkah prioritas, termasuk percepatan rehabilitasi jaringan listrik, fasilitas publik, dan akses logistik ke daerah terisolir.

Ismail berharap suara lantangnya di rapat bukan dianggap sebagai kritik, melainkan jeritan hati warga Aceh Utara yang selama ini berjuang sendirian tanpa sorotan luas.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar