Maman Suherman Ungkap Detik-Detik Temukan Anak Tewas Ditikam di Tempat Shalat
PARADAPOS.COM, CILEGON – MAHM (9), anak dari politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maman Suherman, ditemukan tewas bersimbah darah di tempat yang biasa digunakan untuk shalat di dalam rumah keluarganya. Lokasi kejadian berada di Perumahan BBS III, Ciwaduk, Kota Cilegon, Banten.
Korban ditemukan dalam posisi agak telungkup di lantai, tepat di depan lemari kamar yang menjadi area ibadahnya. Ayahnya, Maman Suherman, mengungkapkan kesedihannya saat pertama kali melihat kondisi sang anak.
Kronologi Penemuan Korban oleh Maman Suherman
Maman Suherman menceritakan, kejadian berlangsung saat dirinya sedang bekerja di kantor. Ia mendapat panggilan video dari anaknya yang lain, Dafara, yang menunjukkan adiknya sudah berlumuran darah.
"Saya melihat sendiri, bersimbah darah," kata Maman dalam wawancara dengan Kompas TV, Selasa (6/1/2026). Awalnya, ia mengira putranya terjatuh dari tangga. Pikiran itu masih terbawa hingga ia tiba di rumah.
"Ketika saya sampai di rumah, saya juga masih berasumsi dia itu jatuh dari tangga. Melihat ke tangga nggak ada, maka saya tanya, Axle di mana? Ada di atas," jelasnya.
Namun, kenyataan justru lebih tragis. Saat naik ke atas, Maman mendapati anaknya sudah tak bernyawa dengan luka tusuk. Ia sempat berusaha memberikan napas buatan, namun upaya itu tidak berhasil.
Maman Suherman Minta Pelaku Dihukum Mati
Berduka atas kepergian anaknya, Maman Suherman menuntut keadilan maksimal. Ia menyatakan harapannya agar pelaku, berinisial HA (31), dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku.
"Seberat-beratnya hukumannya, sesuai dengan KUHP yang diterapkan saja. Ketika itu memang harus hukuman mati, laksanakan hukuman mati," tegas politisi PKS itu. Maman menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian dan kejaksaan tanpa intervensi.
Bukti DNA di Pisau Kaitkan Pelaku dengan Pembunuhan
Keyakinan bahwa HA adalah pelaku pembunuhan anaknya semakin kuat setelah polisi menunjukkan bukti forensik. Polisi menemukan DNA korban pada pisau yang digunakan HA saat melakukan pencurian di rumah lain.
Setelah membunuh MAHM, pelaku diduga melakukan pencurian di rumah mantan anggota DPRD Cilegon, Roisyudin Sayuri. Saat mencoba beraksi untuk kedua kalinya pada Jumat (2/1/2026), HA berhasil ditangkap.
Pisau sitaan kemudian diperiksa di Puslabfor Polri. Hasilnya, terdapat bercak darah yang mengandung DNA identik milik korban. Temuan inilah yang meyakinkan Maman Suherman dan pihak kepolisian.
"Kalau melihat dari hasil laporan... DNA-nya itu sama ya. Saya sih sangat meyakini kalau memang itu adalah pelakunya," ujar Maman.
Maman Suherman Klaim Tak Punya Musuh
Menanggapi spekulasi bahwa pelaku mungkin orang dekat, Maman Suherman memilih tidak berandai-andai. Ia mengaku tidak memiliki musuh atau perselisihan dengan siapapun.
"Karena kehidupan saya itu dari rumah ke masjid ke kantor setiap hari seperti itu aja," tegasnya. Ia juga mengakui bahwa CCTV rumahnya sudah lama rusak dan tidak menerapkan protokol keamanan ketat di rumah karena merasa lingkungannya ramai keluarga.
Kasus pembunuhan anak politisi PKS Maman Suherman ini kini sedang dalam proses hukum. Polisi berencana melakukan rekonstruksi untuk mengungkap detail kejadian pada 16 Desember 2025 lalu.
Artikel Terkait
ICW Minta KPK Awasi Ketat Skema Triliunan Rupiah di Program Gizi Polri
Ibu Bakar Anak Kandung di Sumbawa Usai Cekcok Soal Pakan Ternak
Pakar Prediksi Kasus Emas Ilegal Rp25,8 Triliun Bakal Jerat Banyak Pihak
Penerima Beasiswa LPDP Diblacklist dan Wajib Kembalikan Dana Usai Unggahan Kontroversial