Anwar Abbas Peringatkan Prabowo: Waspada Siasat Israel-AS di Dewan Perdamaian Gaza

- Kamis, 29 Januari 2026 | 13:50 WIB
Anwar Abbas Peringatkan Prabowo: Waspada Siasat Israel-AS di Dewan Perdamaian Gaza

Beban Anggaran Rp16,7 Triliun dan Prinsip Bantuan

Peringatan ini semakin krusial mengingat Indonesia diwajibkan membayar kontribusi mencapai Rp16,7 triliun untuk bergabung. Menurut Abbas, besaran ini dapat memberatkan anggaran negara jika kondisi fiskal tidak memungkinkan.

Ia menegaskan, membantu rakyat Gaza adalah prinsip kemanusiaan yang penting. Namun, bantuan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara. "Kalau kondisi kita sedang cekak, tentu sumbangan itu harus disesuaikan dengan kemampuan kantong kita," kata Abbas.

Pertanggungjawaban Israel dan AS

Abbas juga mempertanyakan keadilan dalam skema pendanaan. Menurutnya, pihak yang paling bertanggung jawab membangun kembali Gaza adalah Israel dan AS sebagai aktor utama penghancuran. "Yang semestinya menyediakan dana sepenuhnya adalah Israel dan Amerika Serikat, karena merekalah yang menghancurkan dan memporak-porandakan Gaza," ujarnya.

Ia meragukan ada jaminan politik bahwa rekonstruksi akan berujung pada kemerdekaan Palestina yang seutuhnya.

Alasan Resmi Pemerintah Indonesia

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan alasan bergabung dengan Board of Peace adalah untuk mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, dan memperluas akses bantuan kemanusiaan di Gaza. Jubir Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menegaskan bahwa BOP adalah mekanisme sementara untuk tujuan kemanusiaan tersebut.

Peringatan Anwar Abbas ini menyoroti dilema antara solidaritas kemanusiaan dan kehati-hatian geopolitik dalam kebijakan luar negeri Indonesia terkait konflik Palestina-Israel.

Halaman:

Komentar