Evaluasi Temukan Soto dan Nasi Uduk Berisiko Sebabkan Keracunan di Program Makan Bergizi Gratis

- Senin, 20 April 2026 | 21:25 WIB
Evaluasi Temukan Soto dan Nasi Uduk Berisiko Sebabkan Keracunan di Program Makan Bergizi Gratis

PARADAPOS.COM - Sejumlah menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan pada siswa, seperti keracunan makanan yang ditandai mual, muntah, dan diare. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, berdasarkan hasil evaluasi tim terkait. Beberapa jenis makanan tertentu dinilai rentan terkontaminasi bakteri jika proses pengolahan dan penyimpanannya tidak memenuhi standar kebersihan yang ketat.

Menu Berkuah dengan Sayuran Mentah Jadi Perhatian

Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu menu yang paling sering dikaitkan dengan kasus sakit perut adalah soto. Risiko ini terutama datang dari kondimen atau pelengkap sayuran yang disajikan dalam keadaan mentah.

Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan, “Di antara makanan tersebut, yang sering menjadi penyebab sakit perut dan diare adalah soto.”

Sayuran seperti kol, seledri, dan tauge yang tidak melalui proses pemasakan memerlukan penanganan ekstra hati-hati. Bahan-bahan ini rentan membawa bakteri E. coli jika pencuciannya tidak bersih sempurna. Anak-anak dengan sistem imun yang masih berkembang pun menjadi kelompok yang paling rentan mengalami dampaknya.

Nasi Olahan dan Mie yang Cepat Basi

Selain soto, tim juga menemukan pola pada jenis nasi olahan tertentu. Menu seperti nasi kuning, nasi uduk, dan nasi goreng disebut lebih cepat mengalami kebusukan.

“Dari evaluasi Tim Investigasi dan Tim Tauwas, ada beberapa jenis makanan yang sejauh ini bisa menjadi penyebab gangguan pencernaan, mual, muntah, dan diare,” tutur Nanik melalui keterangan tertulisnya.

Kandungan santan, minyak, dan berbagai bumbu dalam nasi tersebut menciptakan lingkungan yang disukai bakteri untuk berkembang biak, terutama jika makanan tidak segera dikonsumsi atau disimpan pada suhu yang tidak tepat. Hal serupa juga berlaku untuk olahan mie yang langsung dicampur dengan sayuran.

Potensi Risiko pada Ayam Suwir dan Makanan Bersaus

Perhatian juga diberikan pada olahan ayam suwir dan makanan yang disertai saus. Keduanya disebut memiliki potensi tinggi memicu masalah pencernaan jika kualitas bahan dan proses pengolahannya diabaikan.

Nanik memberikan penjelasan lebih rinci, “Ayam suwir juga termasuk salah satu menu yang berpotensi tinggi menyebabkan gangguan pencernaan, karena sering kali ayam yang disuwir bukan ayam premium, melainkan ayam nomor 2 atau 3 (tidak fresh) serta proses pengolahannya yang sering dilakukan sehari sebelumnya rentan sekali terkontaminasi bakteri.”

Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kesegaran bahan baku dan waktu pengolahan yang tidak terlalu jauh dari waktu penyajian. Praktik menyuwir ayam jauh hari sebelumnya, tanpa penyimpanan yang tepat, dapat meningkatkan risiko kontaminasi secara signifikan.

Temuan ini menekankan bahwa di balik niat baik program bantuan, aspek keamanan pangan dan higienitas pengolahan di setiap titik menjadi kunci mutlak. Pengawasan yang ketat terhadap rantai pasok, pelatihan bagi penjamah makanan, dan sistem penyimpanan yang memadai adalah langkah-langkah krusial untuk memastikan manfaat program ini benar-benar sampai kepada siswa tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar