PARADAPOS.COM - Tahun depan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati harus siapkan dana hampir Rp600 triliun, tepatnya Rp599,4 triliun, untuk membayar bunga utang dalam negeri.
Dalam waktu bersamaan, Sri Muyani menarik utang baru yang jumlahnya nyaris Rp750 triliun, tepatnya Rp749,2 triliun lewat penerbitan surat berharga negara (SBN).
Kentara sekali sistem gali lubang-tutup lubang dalam pengelolaan utang pemerintah. Di mana, utang baru digunakan untuk membayar utang lama yang tak ada ujungnya.
Dikutip dari Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN Tahun Anggaran 2026, Kamis (21/8/2025), utang tarikan baru itu, didominasi SBN yang berbentuk Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)/Sukuk Negara), sebesar Rp749,2 triliun.
Bentuk lainya adalah utang pemerintah yang terdiri dari utang dalam negeri dan luar negeri, nilainya mencapai Rp32,7 triliun.
"Instrumen pinjaman lebih banyak dimanfaatkan untuk mendorong kegiatan/proyek prioritas pemerintah."
Dalam Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN Tahun Anggaran 2026 itu, mencatat penarikan utang dari tahun ke tahun.
Pada 2021, misalnya, utang mencapai Rp870,5 triliun.
Alasannya, kala itu perlu dana jumbo untuk mendorong bertumbuhnya perekonomian.
Artikel Terkait
Polisi Tabrak 4 Motor di Asahan dan Kabur Dikejar Massa: Kronologi Lengkap
Ressa Rizky Rossano Gugat Denada: Klaim Anak Kandung & Tuntut Ganti Rugi Miliaran Atas Penelantaran
Eggi Sudjana dan Fenomena Pengkhianatan Politik: Analisis Sejarah & Karakter Bangsa
Viral Petugas Kemenhub Dituding Pungli Rp150 Ribu ke Mobil Bantuan Aceh, Ini Fakta dan Bantahannya