Kasus Kekerasan Seksual di SMK Negeri 1 Bone: Guru dan Siswa Diduga Jadi Pelaku
Sebuah tragedi memilukan terjadi di lingkungan pendidikan SMK Negeri 1 Bone. Seorang siswi diduga menjadi korban kekerasan seksual yang melibatkan gurunya sendiri dan dua orang pelaku lainnya.
Modus Kekerasan Seksual dengan Dalih Kegiatan Bela Diri
Kasus kekerasan seksual ini menyeret nama seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial AS, rekannya MU, serta seorang siswa berinisial SA. Ketiganya diduga menyetubuhi korban secara bergiliran dengan memanfaatkan kegiatan perguruan silat sebagai kedok.
Pendamping korban dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Bone, Martina Majid, mengungkapkan modus operandi pelaku yang menggunakan kegiatan bela diri untuk menjerat korban.
"Modusnya ikut perguruan silat. Kemudian disugesti atau didoktrin harus tunduk kepada pelaku. Saat disetubuhi, korban antara sadar dan tidak," ujar Martina.
Pelaku Utama Masih Buron dan Diduga Sebagai Predator
Martina menegaskan pentingnya penangkapan segera terhadap pelaku utama AS dan MU. Ia menilai AS telah berperan sebagai predator yang menyalahgunakan posisi dan pengaruhnya di lingkungan sekolah.
"Tetap harus diupayakan pencarian pelaku utama. Karena dia sudah menjadi predator, dengan memberikan doktrin kepada siswi dan siswa untuk mengikuti kata-katanya dan melakukan persetubuhan," tegas Martina.
Artikel Terkait
Bappenas: Program Makan Bergizi (MBG) Lebih Mendesak Daripada Buka Lapangan Kerja, Ini Alasannya
Kasus Es Gabus Spons: Analisis Lengkap Pro Kontra Firdaus Oiwobo vs Susno Duadji
Babinsa Serda Heri Dihukum 21 Hari: Kronologi Tuduhan Es Gabus Spons ke Pedagang
Anwar Abbas Peringatkan Prabowo: Waspada Siasat Israel-AS di Dewan Perdamaian Gaza