PARADAPOS.COM - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, mengungkapkan bahwa capaian Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Indonesia telah menarik perhatian dunia. Dalam paparannya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada Jumat, 20 Februari 2026, Ghufron menyebut program tersebut sebagai prestasi global yang luar biasa, dengan cakupan layanan kesehatan menyeluruh (universal health coverage/UHC) yang telah melampaui 98 persen populasi dalam satu dekade.
Pujian dan Benchmarking dari Dunia Internasional
Pencapaian itu, menurut Ghufron, tidak hanya menjadi kebanggaan nasional tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai tujuan studi banding bagi banyak negara. Berbagai delegasi internasional datang untuk mempelajari langsung sistem jaminan kesehatan yang dibangun BPJS Kesehatan. Bahkan, penghargaan langsung pernah diberikan oleh Presiden International Social Security Association (ISSA) yang diterima oleh Wakil Presiden Republik Indonesia.
"Indonesia ini sangat mencengangkan karena banyak tokoh-tokoh dunia dan berbagai negara saling benchmark ke BPJS Kesehatan," ujarnya menegaskan.
Nominasi Nobel dan Warisan Inovasi
Lebih dari sekadar benchmarking, Ghufron mengungkapkan sebuah fakta sejarah yang membanggakan. BPJS Kesehatan tercatat sebagai satu-satunya institusi pemerintah sejak Indonesia merdeka yang pernah masuk dalam nominasi penghargaan Nobel. Nominasi ini merupakan bentuk pengakuan internasional atas inovasi dan dampak luas sistem jaminan kesehatan nasional yang dibangun.
Tantangan Ke Depan dan Harapan untuk Kepemimpinan Baru
Di balik sederet prestasi tersebut, Ghufron dengan rendah hati mengakui bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Penyempurnaan layanan di berbagai lini, kata dia, tetap menjadi prioritas. Menghadapi akhir masa jabatannya, ia menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru dapat melanjutkan dan menguatkan sistem yang ada.
Kunci keberhasilan ke depan, tuturnya, terletak pada kolaborasi dan semangat gotong royong seluruh pemangku kepentingan. Dengan cara itu, kualitas layanan diharapkan dapat terus ditingkatkan, bukan menurun.
"Jangan sampai turun, tapi harus terus meningkat sehingga Indonesia tetap menjadi benchmark di banyak negara," tegas Ghufron.
Artikel Terkait
Solusi Meal Prep: Siapkan Frozen Food Sehat untuk Sahur yang Praktis
DTSEN Genap Satu Tahun, Fokus Beralih ke Ground Check 11 Juta Penerima Bantuan
Ketua Komisi II DPR RI Dorong Penguatan Tata Kelola dan Sinergi Pemda-BUMD di Kalsel
Gubernur DKI Luncurkan Revitalisasi Taman Semanggi Senilai Rp134 Miliar