Video Doa Trump dan Pendeta di Ruang Oval Viral di Tengah Ketegangan AS-Iran

- Jumat, 06 Maret 2026 | 11:50 WIB
Video Doa Trump dan Pendeta di Ruang Oval Viral di Tengah Ketegangan AS-Iran

PARADAPOS.COM - Sebuah video yang menampilkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump didoakan oleh sekitar dua puluh pendeta di Ruang Oval Gedung Putih viral di media sosial. Peristiwa spiritual ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik, saat AS dan Israel masih terlibat dalam operasi militer melawan Iran. Video yang diunggah oleh seorang pejabat senior Gedung Putih itu telah menarik perhatian jutaan penonton, memicu beragam tanggapan dari publik.

Momen Doa di Tengah Situasi Tegang

Video berdurasi pendek tersebut dirilis oleh Dan Scavino, Wakil Kepala Staf Gedung Putih yang juga menjabat Direktur Kantor Personel Kepresidenan. Ia membagikan momen itu melalui akun media sosial X miliknya pada Jumat (6/3/2026), seperti dilaporkan oleh Euro News. Dalam hitungan hari, rekaman itu telah ditonton lebih dari 7,2 juta kali, menunjukkan besarnya minat terhadap peristiwa di balik pintu tertutup istana kepresidenan itu.

Scavino mengiringi unggahan tersebut dengan caption yang singkat namun penuh makna: "Sedang berlangsung sekarang di Ruang Oval @WhiteHouse. God Bless the USA!"

Isi dan Suasana Doa

Adegan dalam video menunjukkan Presiden Trump duduk di belakang mejanya yang ikonik, dikelilingi oleh sejumlah pendeta. Beberapa dari mereka meletakkan tangan di pundak presiden, sementara yang lain mengangkat tangan ke arahnya, semuanya terlihat khusyuk melantunkan doa. Suasana Ruang Oval, yang biasanya menjadi tempat pembahasan kebijakan tingkat tinggi, untuk sesaat berubah menjadi ruang permohonan spiritual.

Doa yang dipanjatkan tidak hanya berfokus pada pemimpin negara tersebut. Dengan suara lantang dan penuh keyakinan, salah satu pendeta menyampaikan permohonan yang lebih luas.

"Kami berdoa agar berkat dan kasih karunia-Mu senantiasa menyertainya. Kami berdoa agar hikmat dari surga memenuhi hati dan pikirannya, dan Tuhan, Engkau akan membimbingnya di masa-masa sulit yang kita hadapi saat ini," tuturnya.

Pendeta tersebut kemudian melanjutkan doanya dengan menyertakan para prajurit. "Saya berdoa memohon berkat dan perlindungan-Mu atasnya. Saya berdoa memohon berkat dan perlindungan-Mu atas pasukan kita, dan semua pria dan wanita yang mengabdi pada angkatan bersenjata kita," ungkapnya.

Konteks Geopolitik yang Melatarbelakangi

Viralnya momen ini tidak terlepas dari timing peredarannya. Video muncul ketika ketegangan di kawasan Timur Tengah sedang memanas, menyusul serangan AS dan Israel terhadap target-target di Iran. Dalam konteks seperti ini, tampilan solidaritas dan permohonan dukungan ilahi dari pemimpin tertinggi negara adidaya kerap dibaca sebagai lebih dari sekadar ritual keagamaan pribadi. Ia juga dilihat sebagai pesan simbolis kepada publik domestik dan dunia internasional mengenai keteguhan dan keyakinan di tengah konflik.

Meski berasal dari akun resmi pejabat Gedung Putih, video tersebut telah memicu diskusi yang beragam di ruang digital. Sebagian melihatnya sebagai ekspresi iman yang otentik di saat negara menghadapi ujian, sementara yang lain mempertanyakan dimensi politik dan pesan publik dari peristiwa tersebut. Terlepas dari berbagai interpretasi, rekaman itu telah berhasil mengabadikan satu momen unik dimana spiritualitas dan kekuasaan politik bertemu di jantung pemerintahan Amerika Serikat.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar