IHSG Anjlok 7,89% Pekan Lalu, Ditekan Koreksi Saham-Saham Big Cap

- Jumat, 06 Maret 2026 | 23:50 WIB
IHSG Anjlok 7,89% Pekan Lalu, Ditekan Koreksi Saham-Saham Big Cap

PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan sepanjang pekan 2 hingga 6 Maret 2026, ditutup merosot 7,89% ke level 7.585,68. Pelemahan ini sebagian besar disumbang oleh koreksi tajam di sejumlah saham kapitalisasi besar (big caps) yang menjadi pemberat utama indeks. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan saham-saham seperti Amman Mineral Internasional (AMMN), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Telkom Indonesia (TLKM) berada di garis depan sebagai kontributor penurunan.

Deretan Saham Pemberat Indeks

Analisis terhadap pergerakan saham sepanjang pekan tersebut mengungkap pola tekanan yang luas. Saham AMMN, misalnya, tercatat sebagai kontributor terbesar dengan penurunan harga hampir 20% yang membebani IHSG sebesar 46,27 poin. Koreksi ini terjadi di tengah kapitalisasi pasar perusahaan yang tetap besar, menunjukkan besarnya pengaruh emiten ini terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.

Tekanan serupa juga terlihat di sektor perbankan dan telekomunikasi. Saham BBRI dan TLKM, dua emiten BUMN yang kerap menjadi penopang indeks, justru menjadi pemberat dengan masing-masing menyumbang pelemahan 37,73 dan 36,82 poin. Pelemahan di saham-saham blue chip semacam ini seringkali mencerminkan sentimen hati-hati investor terhadap kondisi makro atau kinerja kuartalan.

Selain itu, pelemahan ekstrem tercatat pada saham FILM yang anjlok hingga 47,38%, berkontribusi menahan laju IHSG sebesar 31,73 poin. Sementara itu, saham-saham dari grup konglomerasi besar seperti BRMS, BRPT, dan ASII juga masuk dalam daftar top laggards, memperkuat gambaran bahwa koreksi pekan lalu bersifat luas dan melibatkan berbagai sektor industri.

Dampak terhadap Pasar secara Keseluruhan

Akumulasi dari pelemahan berbagai saham besar tersebut berujung pada performa buruk IHSG di akhir pekan. Indeks komposit tidak hanya kehilangan ratusan poin, tetapi juga menggerus kapitalisasi pasar bursa secara signifikan. Data resmi dari BEI mengonfirmasi besarnya tekanan yang terjadi.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan, "IHSG selama sepekan ditutup mengalami pelemahan 7,89% pada posisi 7.585,68 dari 8.235,48 pada pekan sebelumnya."

Ia menambahkan, "Rata-rata nilai transaksi harian BEI turut berubah sebesar 16,64% menjadi Rp24,97 triliun, dari Rp29,95 triliun pada pekan sebelumnya."

Penurunan tidak hanya terlihat pada indeks dan kapitalisasi, tetapi juga pada aktivitas transaksi. Rata-rata volume dan nilai transaksi harian mengalami kontraksi, mengindikasikan menurunnya minat trading atau adanya aksi wait-and-see dari para pelaku pasar. Lebih lanjut, catatan arus modal asing menunjukkan net sell sebesar Rp263 miliar pada Jumat (6/3) dan akumulasi net sell Rp7,29 triliun sepanjang tahun 2026, yang turut memberi warna pada sentimen pasar selama periode ini.

Artikel ini disusun untuk memberikan informasi faktual mengenai dinamika pasar modal. Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi investor setelah melakukan analisis dan pertimbangan yang matang.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar