KBRI Tunis Gelar Malam Nuzulul Quran, Tekankan Peran Al-Quran Bangun Peradaban

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 21:50 WIB
KBRI Tunis Gelar Malam Nuzulul Quran, Tekankan Peran Al-Quran Bangun Peradaban

PARADAPOS.COM - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tunis, Tunisia, menggelar peringatan Malam Nuzulul Quran pada Jumat (6/3) lalu. Acara yang berlangsung di Wisma Duta Besar ini dihadiri oleh para diplomat dan warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di sana. Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi menekankan pentingnya momen ini untuk mendalami nilai-nilai Al-Quran sebagai inspirasi membangun peradaban bangsa.

Melanjutkan Tradisi Kebangsaan

Dubes Zuhairi Misrawi menyoroti bahwa peringatan Nuzulul Quran ini merupakan kelanjutan dari tradisi yang telah dirintis sejak era Presiden Soekarno. Ia menjelaskan bahwa ajaran Islam, dengan Al-Quran sebagai sumber utamanya, diharapkan dapat terus menjadi pencerah dan pemersatu bagi bangsa Indonesia, bahkan bagi mereka yang berada jauh di perantauan.

“Alhamdulillah, KBRI dapat menyelenggarakan Malam Nuzulul Quran dalam rangka melanjutkan tradisi baik yang dipancangkan Bung Karno, yang menghendaki agar Al-Quran dapat menjadi sumber utama api Islam,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima dari Tunis.

Al-Quran Sebagai Elan Peradaban

Lebih lanjut, Zuhairi menyampaikan harapannya agar Al-Quran tidak hanya dibaca, tetapi juga diselami maknanya untuk membangkitkan semangat membangun Indonesia. Ia melihat peran strategis, khususnya dari mahasiswa Indonesia di Tunisia, untuk menggali pesan-pesan profetik kitab suci tersebut.

“Kita sejatinya benar-benar mampu menggali, menyelami, dan memahami Al Quran dalam konteks membangun peradaban Indonesia,” tegasnya. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjadikan kitab sucinya sebagai elan dalam membangun sains dan peradaban bangsanya.”

Ramadhan Momentum Multidimensi

Acara tersebut juga menghadirkan perspektif lain dari Ustadz Ismail, seorang kandidat doktor di Universitas Zaitunah yang terkenal dengan tradisi keilmuannya. Dalam paparannya, ia mengajak untuk memaknai bulan Ramadhan secara lebih holistik, tidak hanya sebagai bulan peningkatan spiritualitas individu.

Menurut Ustadz Ismail, bulan suci ini seharusnya juga menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan mempererat kehidupan sosial bermasyarakat. Penekanan pada aspek kebersamaan ini dinilai relevan, baik dalam konteks Indonesia maupun kehidupan di tanah rantau.

Peringatan yang berlangsung khidmat ini menunjukkan upaya KBRI Tunis untuk menjaga tradisi keagamaan dan kebangsaan di tengah komunitas Indonesia di luar negeri. Kegiatan semacam ini tidak hanya memperkuat ikatan spiritual, tetapi juga menjadi pengingat akan identitas dan tanggung jawab bersama untuk kemajuan tanah air.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar