Kapolri Tegaskan Sinergi TNI-Polri Kunci Hadapi Dampak Konflik Global

- Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27 WIB
Kapolri Tegaskan Sinergi TNI-Polri Kunci Hadapi Dampak Konflik Global

PARADAPOS.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan sinergi TNI dan Polri sebagai kunci utama menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional. Pernyataan itu disampaikan dalam acara buka puasa bersama di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026), di hadapan para perwira tinggi dan menengah kedua institusi. Kapolri menyoroti pentingnya soliditas tersebut untuk menghadapi dinamika global yang berpotensi mempengaruhi situasi dalam negeri.

Modal Dasar Menghadapi Tantangan Global

Dalam pidatonya, Sigit menguraikan bahwa tantangan keamanan saat ini tidak lagi bersifat lokal semata. Ia secara khusus menyebut konflik di kawasan Timur Tengah sebagai salah satu faktor eksternal yang dapat menimbulkan dampak dan dinamika tersendiri di Indonesia. Menghadapi kompleksitas tersebut, sinergi yang erat antara tentara dan polisi dinilai bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan strategis.

“Dan oleh karena itu untuk menjaga ke depan bagaimana kita terus menjaga soliditas menjaga sinergitas dan menjaga agar TNI-Polri bisa betul-betul melaksanakan amanah menghadapi dinamika global yang ada menghadapi dampak global yang ada dan ancamannya terhadap situasi dalam negeri,” tegas Sigit di hadapan para undangan.

Amanah Presiden untuk TNI Rakyat dan Polri Rakyat

Lebih lanjut, Kapolri mengingatkan kembali pesan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang kerap disampaikan dalam berbagai kesempatan. Pesan tersebut menitikberatkan pada pentingnya kekompakan dan kesatuan langkah antara TNI dan Polri, dua institusi yang memiliki akar sejarah yang sama dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

“Bapak Presiden berkali-kali selalu menyampaikan di dalam pidatonya, TNI dan Polri harus selalu bersatu, kompak dan bersinergi. Beliau menyampaikan bahwa TNI dan Polri sama-sama lahir dari kancah perjuangan dan ikut mempertahankan kemerdekaan,” ujar Sigit mengulang amanat presiden.

Ia menegaskan bahwa amanat tersebut harus dijadikan pedoman operasional. Konsep ‘TNI Rakyat’ dan ‘Polri Rakyat’ yang digaungkan Presiden Prabowo, menurut Sigit, adalah mandat langsung dari pimpinan tertinggi negara yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Oleh karena itu beliau selalu sampaikan maka TNI harus jadi TNI rakyat, Polri harus jadi polisinya rakyat. Itu berkali-kali beliau sampaikan dan itu tentunya menjadi amanah dari panglima tertinggi kita, dari pimpinan tertinggi kita untuk betul-betul kita laksanakan dengan sebaik-baiknya sebagaimana sumpah kita pada saat kita menjadi TNI dan menjadi Polri,” jelasnya.

Sinergi sebagai Pondasi Stabilitas Nasional

Kapolri memandang hubungan TNI dan Polri sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi dalam sistem pertahanan dan keamanan negara. Sinergi ini, ketika diperkuat dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat, akan menciptakan fondasi yang kokoh bagi keamanan dan ketertiban.

“Ini yang tentunya harus terus kita jaga bahwa kebersamaan antara TNI-Polri dan rakyat itu menjadi satu kesatuan untuk bisa menjaga NKRI bumi kita tercinta,” ungkapnya.

Fondasi tersebut, lanjut Sigit, adalah prasyarat mutlak bagi kemajuan bangsa. Tanpa stabilitas keamanan yang terjaga, proses pembangunan nasional akan sulit untuk berjalan optimal.

“Dan ini menjadi modal dasar, modal utama bagi negara, bagi bangsa, bagi masyarakat untuk kemudian bisa membangun karena syarat utama pembangunan adalah stabilitas keamanan stabilitas Kamtibmas,” tuturnya.

Menjaga Persatuan Menghadapi Segala Bentuk Tantangan

Di akhir penyampaiannya, Sigit kembali menekankan nilai persatuan dan kesatuan yang melampaui sekadar kerja sama institusional. Ia meyakini bahwa dengan soliditas seluruh elemen bangsa, Indonesia memiliki ketangguhan untuk melalui berbagai ujian.

“Artinya saat ini kalau kita juga melakukan hal yang sama semuanya solid seluruh elemen bangsa kompak maka apapun yang kita hadapi kita akan sanggup melewati,” tutup Kapolri, mengakhiri pesannya dengan keyakinan yang teguh akan kekuatan kolaborasi nasional.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar