PARADAPOS.COM - Bandara Internasional Soekarno-Hatta bersiap mengawal perjalanan spiritual 35.285 calon jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Seluruh proses keberangkatan dan kepulangan yang melibatkan 84 kloter tersebut akan dipusatkan di Terminal 2F, yang telah disiapkan sebagai fasilitas layanan haji terintegrasi untuk memastikan kelancaran dan ketertiban.
Kesiapan Terminal Khusus dan Koordinasi Intensif
Menyongsong puncak musim haji, manajemen bandara telah memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Fokusnya adalah menciptakan alur layanan yang efisien dan berbasis kloter, guna menghindari kerumunan dan mempersingkat waktu proses. Terminal 2F, dengan luas mencapai 27.418 meter persegi, ditetapkan sebagai titik sentral operasi.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menegaskan kesiapan infrastruktur ini. "Kami telah menyiapkan alur layanan berbasis kloter di Terminal 2F, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Hal ini dilakukan untuk mendukung proses keberangkatan yang tertib, lancar, dan tepat waktu. Ada 84 kloter keberangkatan dan 84 kepulangan yang akan dilayani," jelasnya dalam keterangan pers, Senin (20/4/2026).
Fasilitas Pendukung di Terminal 2F
Terminal yang berkapasitas layanan hingga 6,1 juta penumpang per tahun ini dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung yang cukup memadai. Ruang tunggu yang tersedia mampu menampung sekitar 3.000 orang, dilengkapi dengan sistem layanan penumpang terintegrasi. Untuk kebutuhan ibadah, sebuah masjid seluas 3.136 meter persegi yang dapat menampung 800 jemaah juga disediakan di dalam area terminal.
Heru menambahkan bahwa jemaah yang akan dilayani berasal dari tiga embarkasi berbeda. "Nantinya, para jemaah berasal dari tiga embarkasi, yakni Banten, Jakarta-Bekasi, dan Jakarta-Pondok Gede," tuturnya.
Layanan Makkah Route dan Pengaturan Alur
Untuk mempercepat proses di negara tujuan, layanan Makkah Route kembali dioperasikan. Layanan kolaboratif ini memungkinkan proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan di tanah air sebelum keberangkatan. Hasilnya, waktu tunggu jemaah saat mendarat di Arab Saudi bisa dipangkas secara signifikan.
"Untuk mendukung layanan tersebut, disiapkan 10 konter khusus di area steril terminal," ungkap Heru Karyadi.
Secara keseluruhan, alur pelayanan dirancang dengan sistematis. Rancangan ini mencakup setiap tahap, mulai dari kedatangan jemaah di bandara, pengelompokan berdasarkan kloter, pemeriksaan dokumen, hingga perjalanan menuju pesawat. Pengaturan yang detail ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga upaya konkret untuk menjaga kenyamanan dan ketenangan jemaah sejak langkah pertama mereka menuju tanah suci.
Artikel Terkait
PSIM vs Persija di Liga 1 Resmi Dipindahkan ke Stadion I Wayan Dipta, Bali
KPK Serahkan Dua Apartemen Rampasan Senilai Rp3,52 Miliar ke Lemhannas
BRIN Siapkan Strategi Jangka Panjang Cetak Periset Kelas Dunia
Santri Yatim Temukan Nafkah dan Harapan Baru dari Dapur Program Makan Bergizi Gratis