PARADAPOS.COM - Mantan bek Juventus dan timnas Italia, Leonardo Bonucci, mengusulkan nama Pep Guardiola sebagai sosok ideal untuk memimpin perubahan radikal di skuad Gli Azzurri. Usulan ini muncul dalam situasi genting, menyusul kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026 dan pengunduran diri pelatih Gennaro Gattuso. Bonucci meyakini, untuk mengakhiri masa suram dan mengembalikan kejayaan, Italia membutuhkan figur pelatih berkaliber dunia.
Mimpi Besar untuk Perubahan Radikal
Dalam wawancaranya dengan Sky Sports, Selasa (21/4), Bonucci tidak ragu menyebut nama pelatih Manchester City itu. Ia menyadari usulannya terdengar ambisius, mengingat Guardiola masih terikat kontrak panjang di Inggris. Namun, bagi Bonucci, langkah berani diperlukan untuk membangkitkan sepak bola Italia dari keterpurukan.
"Bila kami menginginkan perubahan radikal di tim nasional, saya akan mengatakan sosok yang tepat adalah Pep Guardiola," tutur Bonucci. "Ini memang sangat sulit, tetapi bermimpi tidak membutuhkan biaya."
Pencarian Pelatih di Tengah Krisis
Kekalahan dari Bosnia-Herzegovina di babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi pukulan telak. Hasil itu tidak hanya memastikan Italia absen untuk ketiga kalinya berturut-turut di pesta sepak bola terakbar, tetapi juga memicu mundurnya Gennaro Gattuso dari kursi kepelatihan. Situasi ini meninggalkan kekosongan yang mendesak untuk diisi.
Nama Guardiola pun muncul di permukaan, meski peluang merekrutnya diakui sangat kecil. Pelatih asal Spanyol itu sebelumnya pernah menyinyalir keterbukaannya untuk melatih tim nasional suatu hari nanti, meski komitmennya saat ini masih sepenuhnya untuk Manchester City.
Opsi Lain dan Pentingnya Lembaran Baru
Sebagai mantan asisten Gattuso yang memahami betul kondisi dalam tim, Bonucci juga menyebutkan beberapa nama lain yang dianggap layak. Antonio Conte dan Massimiliano Allegri, dua pelatih yang telah sukses di Serie A dan pernah menangani timnas, disebut sebagai opsi potensial.
Namun, pesan utamanya jelas: Italia membutuhkan sosok dengan wibawa dan visi besar untuk memulai era baru. "Yang terpenting saat ini adalah membuka lembaran baru bagi sepak bola Italia, baik dari segi tim maupun para pemainnya," tegas Bonucci. Ia menegaskan kekagumannya pada Guardiola, yang diyakininya mampu memberikan dampak transformatif.
Catatan Kelam yang Harus Diakhiri
Usulan Bonucci ini harus dilihat dalam konteks sejarah kelam yang sedang dialami Italia. Sebagai negara empat kali juara dunia, mereka tercatat sebagai mantan juara pertama yang gagal melangkah ke tiga edisi Piala Dunia beruntun. Penampilan terakhir mereka di putaran final adalah pada 2014 di Brasil, dan mereka belum lagi merasakan fase gugur sejak menjuarai turnamen pada 2006 di Jerman.
Fakta tersebut menggambarkan betapa dalamnya jurang yang harus ditutupi oleh federasi sepak bola Italia. Pencarian pelatih baru bukan sekadar mengganti sosok, tetapi tentang menemukan seorang arsitek yang dapat membangun fondasi baru bagi salah satu kekuatan sepak bola dunia yang sedang terpuruk.
Artikel Terkait
BI Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 di Tengah Tekanan Global
Indonesia Buka Peluang China Terbitkan Surat Utang di Pasar Domestik, Tawarkan Obligasi Panda Berbunga Rendah
Indonesia Dorong Asia Pasifik Jadi Kompas Pembangunan Berkelanjutan Dunia
6 dari 10 Gen Z di Jakarta Rela Pindah Hunian Demi Perjalanan ke Kantor yang Lebih Singkat