Menpora Tanggapi Keresahan Presiden Soal Gagal ke Piala Dunia 2026

- Jumat, 10 Juli 2026 | 13:50 WIB
Menpora Tanggapi Keresahan Presiden Soal Gagal ke Piala Dunia 2026
PARADAPOS.COM - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir akhirnya buka suara menanggapi keresahan Presiden Prabowo Subianto terkait kegagalan Tim Nasional Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Erick di Jakarta pada Jumat, 10 Juli 2026, sebagai respons atas pidato Presiden dalam acara peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, sehari sebelumnya. Menurut Erick, keresahan orang nomor satu di Indonesia itu justru menunjukkan betapa seriusnya Kepala Negara memandang peran olahraga dalam mengangkat martabat bangsa di kancah global.

Keresahan Presiden sebagai Bentuk Perhatian

Erick Thohir menegaskan bahwa kekhawatiran yang diungkapkan Presiden Prabowo tidak bisa dimaknai secara sempit. Ia melihatnya sebagai sinyal kuat bahwa kepala negara memiliki kepedulian mendalam terhadap ekosistem olahraga nasional. “Bapak Presiden (Prabowo Subianto) secara simbolik pasti maksud dan tujuannya tidak hanya sepak bola, tetapi seluruh olahraga yang memberikan kontribusi yang luar biasa untuk citra dan kehormatan bangsa,” kata Erick Thohir di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026. Suasana di ruang kerjanya pagi itu tampak tenang, namun nada bicara Erick terdengar serius saat mengomentari pernyataan presiden yang disampaikan sehari sebelumnya di rest area KM 57, Karawang. Ia menambahkan bahwa keresahan itu justru menjadi cambuk bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk bekerja lebih keras.

Pentingnya Pemusatan Latihan Jangka Panjang

Lebih jauh, Erick menjelaskan bahwa Presiden Prabowo juga sangat memahami urgensi pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang berkelanjutan. Menurutnya, tanpa persiapan jangka panjang, mustahil bagi atlet Indonesia untuk bersaing di level tertinggi. “Intinya tidak ada program keolahragaan jangka pendek, itu kan kira-kira yang beliau (Presiden Prabowo Subianto) sampaikan gitu. Dan alhamdulillah beliau juga menyebutkan Pak Menkeu, nah kan jadi sesuai gitu,” ujarnya, merujuk pada pentingnya dukungan anggaran untuk memenuhi kebutuhan pemusatan latihan jangka panjang. Ia pun menekankan bahwa pihaknya terus mendorong pelatnas jangka panjang karena para atlet harus dipersiapkan secara matang. Targetnya jelas: mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang bergengsi seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade. “Tidak mungkin persiapan Olimpiade 2032 baru disiapkan 2031, enggak mungkin. Tahun depan SEA Games, enggak ada pelatnas tahun ini, enggak mungkin. Asian Games tinggal September, tidak mungkin pelatnas berhenti harus jalan,” tuturnya. Dari balik meja kerjanya, Erick Thohir tampak optimistis bahwa arahan presiden akan menjadi fondasi kuat bagi transformasi olahraga Indonesia. Ia meyakini, dengan komitmen dan anggaran yang memadai, prestasi demi prestasi akan terukir dalam waktu dekat.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar