paradapos.com - Abdul Rahim dan Khairul Hadi, dua santri Pondok Pesantren Haji Abdul Karim Syua’ib (Habkarisy) Kabupaten Agam, menunjukkan peran sebagai pahlawan kemanusiaan dengan turut serta dalam proses evakuasi korban erupsi Gunung Marapi awal Desember 2023 lalu.
Wali Nagari Balingka, Aljumpati Agus, mengungkapkan bahwa keterlibatan kedua santri tersebut terjadi setelah mereka menghubungi dirinya untuk bergabung dalam upaya evakuasi korban.
Meskipun sempat dilarang, namun mereka tetap berkeras untuk membantu dalam proses evakuasi.
"Hari berikutnya setelah erupsi, mereka langsung datang ke lokasi dan bahkan sampai ke puncak gunung untuk membantu relawan lain dalam proses evakuasi," ujar Aljumpati Agus.
Baca Juga: Direksi Bank Nagari Mendatang Diharap Tetap Kembangkan Layanan Digital
Tindakan kedua santri ini mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak, terutama dari Bupati Agam, Dr H Andri Warman, yang menyatakan rasa bangganya terhadap mereka karena telah menunjukkan kepedulian dan jiwa kemanusiaan yang tinggi pada usia mereka yang masih muda.
Kedua santri ini juga merupakan anggota aktif Gugus Depan Pramuka Ponpes Habkarisy, yang selalu berpartisipasi dalam berbagai kegiatan.
"Berkat pengorbanan mereka, Bupati Agam memberikan penghargaan khusus berupa sepasang sepatu merk Puma Ferrari, termasuk kepada Aljumpati Agus selaku Wali Nagari Balingka yang memimpin mereka," tutur Andri Warman.
Baca Juga: Jawaban Roberia, Terkait Beberapa Orang ASN Kota Pariaman yang di Diduga Tanpa Cuti ke Surabaya
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara pembukaan Habkarisy Islamic Scout (HISC) ke II Ponpes Habkarisy tingkat Sumbar, di lapangan pondok pesantren pada pagi hari. ***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianhaluan.com
Artikel Terkait
FTSE Russell Tunda Peninjauan Indeks Indonesia Sampai 2026, Soroti Reformasi Pasar Modal
Persib Hadapi Ratchaburi FC di Kandang Lawan pada Leg Pertama 16 Besar ACL2
Remaja Bogor Bohong Jadi Korban Begal, Faktanya Terlibat Tawuran
Kejati Sumsel Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Distribusi Semen, Rugikan Negara Rp74,3 Miliar