Gerindra Bongkar Motif Dino Patti Djalal Kritik Menlu Sugiono: Keluh Kesah Pribadi, Bukan Kritik Diplomasi

- Minggu, 28 Desember 2025 | 03:25 WIB
Gerindra Bongkar Motif Dino Patti Djalal Kritik Menlu Sugiono: Keluh Kesah Pribadi, Bukan Kritik Diplomasi
Tanggapan Gerindra Soal Kritik Dino Patti Djalal ke Menlu Sugiono: Bukan Kritik, Tapi Keluh Kesah Pribadi

Gerindra Bongkar Motif Dino Patti Djalal: Bawa Keluh Kesah Pribadi ke Dunia Diplomasi

Politikus Partai Gerindra, Kamrussamad, memberikan tanggapan tegas terhadap pernyataan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Sugiono. Menurut Kamrussamad, pernyataan Dino tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai kritik, apalagi kritik yang substantif bagi kepentingan diplomasi Indonesia.

Dinilai Sebagai Ekspresi Keputusasaan Personal

Kamrussamad menyebut bahwa apa yang disampaikan Dino Patti Djalal lebih mencerminkan keluh kesah personal. Hal ini, katanya, terlihat jelas dari pengakuan Dino yang merasa tidak bisa menghubungi Menlu Sugiono selama berbulan-bulan.

"Dalam kondisi putus asa yang akut, akhirnya ia menumpahkan kegundahannya ke media sosial," ujar Kamrussamad. Ia menegaskan bahwa sebagai pelampiasan individual, pernyataan itu jauh dari nilai kritik konstruktif untuk kemajuan diplomasi Indonesia.

Mengingatkan Peran Menlu sebagai Mandataris Negara

Sebagai mantan diplomat senior, Kamrussamad menilai Dino seharusnya paham bahwa tugas utama seorang menteri luar negeri adalah menjalankan mandat negara. Tugas tersebut, tegasnya, bukan untuk melayani kepentingan personal atau kelompok organisasi masyarakat tertentu.

Ia justru menilai Menlu Sugiono telah menunjukkan dedikasi tinggi sebagai pembantu Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan diplomasi Indonesia di forum internasional.

Prestasi dan Capaian Diplomasi Menlu Sugiono

Kamrussamad memaparkan sejumlah capaian yang dianggap sebagai bukti keseriusan Menlu Sugiono, di antaranya:

  • Diplomasi Tingkat Tinggi: Keberhasilan mengantarkan Presiden Prabowo mendapatkan nomor urut awal untuk pidato di Sidang Umum PBB.
  • Politik Bebas Aktif: Memperkuat prinsip ini melalui dukungan untuk Gaza, bantuan kemanusiaan, dan peran aktif dalam forum perdamaian dunia.
  • Diplomasi Ekonomi: Keanggotaan penuh Indonesia di BRICS (6 Januari 2025) serta berbagai kesepakatan dengan Uni Eropa, Kanada, Australia, dan Arab Saudi.
  • Perlindungan WNI: Peran aktif dalam penyelamatan ratusan WNI korban perdagangan orang di Kamboja.
  • Dukungan Alutsista: Kerja sama pertahanan yang strategis untuk modernisasi kekuatan TNI.

Saran untuk Dino Patti Djalal

Dengan berbagai prestasi tersebut, Kamrussamad menilai kritik Dino tidak memiliki bobot dan cenderung personal. Ia pun menyindir kapasitas Dino yang dinilai belum matang, meski memiliki pengalaman puluhan tahun.

Kamrussamad menyarankan Dino untuk meneladani mantan Menlu Retno Marsudi yang tetap berkontribusi di tingkat global sebagai Utusan Khusus Sekjen PBB, tanpa membebani pemerintah dengan kritik bernuansa kepentingan pribadi.

"Sebagai pihak yang mengaku sesepuh Kemenlu, Dino seharusnya memberi solusi, bukan menambah beban," pungkas anggota Fraksi Gerindra DPR RI ini.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar