Gerindra Bongkar Motif Dino Patti Djalal: Bawa Keluh Kesah Pribadi ke Dunia Diplomasi
Politikus Partai Gerindra, Kamrussamad, memberikan tanggapan tegas terhadap pernyataan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Sugiono. Menurut Kamrussamad, pernyataan Dino tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai kritik, apalagi kritik yang substantif bagi kepentingan diplomasi Indonesia.
Dinilai Sebagai Ekspresi Keputusasaan Personal
Kamrussamad menyebut bahwa apa yang disampaikan Dino Patti Djalal lebih mencerminkan keluh kesah personal. Hal ini, katanya, terlihat jelas dari pengakuan Dino yang merasa tidak bisa menghubungi Menlu Sugiono selama berbulan-bulan.
"Dalam kondisi putus asa yang akut, akhirnya ia menumpahkan kegundahannya ke media sosial," ujar Kamrussamad. Ia menegaskan bahwa sebagai pelampiasan individual, pernyataan itu jauh dari nilai kritik konstruktif untuk kemajuan diplomasi Indonesia.
Mengingatkan Peran Menlu sebagai Mandataris Negara
Sebagai mantan diplomat senior, Kamrussamad menilai Dino seharusnya paham bahwa tugas utama seorang menteri luar negeri adalah menjalankan mandat negara. Tugas tersebut, tegasnya, bukan untuk melayani kepentingan personal atau kelompok organisasi masyarakat tertentu.
Ia justru menilai Menlu Sugiono telah menunjukkan dedikasi tinggi sebagai pembantu Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan diplomasi Indonesia di forum internasional.
Prestasi dan Capaian Diplomasi Menlu Sugiono
Kamrussamad memaparkan sejumlah capaian yang dianggap sebagai bukti keseriusan Menlu Sugiono, di antaranya:
- Diplomasi Tingkat Tinggi: Keberhasilan mengantarkan Presiden Prabowo mendapatkan nomor urut awal untuk pidato di Sidang Umum PBB.
- Politik Bebas Aktif: Memperkuat prinsip ini melalui dukungan untuk Gaza, bantuan kemanusiaan, dan peran aktif dalam forum perdamaian dunia.
- Diplomasi Ekonomi: Keanggotaan penuh Indonesia di BRICS (6 Januari 2025) serta berbagai kesepakatan dengan Uni Eropa, Kanada, Australia, dan Arab Saudi.
- Perlindungan WNI: Peran aktif dalam penyelamatan ratusan WNI korban perdagangan orang di Kamboja.
- Dukungan Alutsista: Kerja sama pertahanan yang strategis untuk modernisasi kekuatan TNI.
Saran untuk Dino Patti Djalal
Dengan berbagai prestasi tersebut, Kamrussamad menilai kritik Dino tidak memiliki bobot dan cenderung personal. Ia pun menyindir kapasitas Dino yang dinilai belum matang, meski memiliki pengalaman puluhan tahun.
Kamrussamad menyarankan Dino untuk meneladani mantan Menlu Retno Marsudi yang tetap berkontribusi di tingkat global sebagai Utusan Khusus Sekjen PBB, tanpa membebani pemerintah dengan kritik bernuansa kepentingan pribadi.
"Sebagai pihak yang mengaku sesepuh Kemenlu, Dino seharusnya memberi solusi, bukan menambah beban," pungkas anggota Fraksi Gerindra DPR RI ini.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Lima Konglomerat Bahas Strategi Ekonomi
Amien Rais Sebut Jokowi Resah, Peluang Gibran di PSI Dinilai Terbatas
Amien Rais Klaim Kesehatan Jokowi Menurun Pasca-Lengser
Susno Duadji Ungkap Prabowo Soroti Kedaulatan Negara dan Pengaruh Oligarki