Roy Suryo Apresiasi Lagu Slank Republik Fufufafa yang Sindir Penguasa, Siapa Sosoknya?

- Selasa, 30 Desember 2025 | 22:50 WIB
Roy Suryo Apresiasi Lagu Slank Republik Fufufafa yang Sindir Penguasa, Siapa Sosoknya?
Roy Suryo Apresiasi Lagu Baru Slank "Republik Fufufafa" yang Sindir Penguasa

Roy Suryo Apresiasi Lagu Baru Slank "Republik Fufufafa" yang Sindir Penguasa

Pakar telematika Roy Suryo memberikan apresiasi kepada band legendaris Indonesia, Slank, yang merilis lagu baru berjudul "Republik Fufufafa" tepat di malam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 mereka.

Roy Suryo menyoroti lirik lagu ciptaan Bimbim Slank yang menyebutkan kata-kata seperti "sakau kuasa, sakau narkoba, sakau judi". Pernyataan ini disampaikannya melalui video singkat yang beredar pada Rabu, 31 Desember 2025.

Siapa Sosok Fufufafa yang Disindir Slank?

Roy Suryo mengklaim bahwa publik telah mengetahui identitas sosok yang disebut Fufufafa. "Yakni orang yang nggak punya ijazah SMA," ujarnya tanpa menyebut nama secara langsung.

Menurut analisis Roy Suryo, lagu terbaru Slank ini secara spesifik ditujukan untuk Fufufafa. Hal ini berbeda dengan lagu sindiran sebelumnya yang digunakan untuk menyindir adik dari Fufufafa yang pernah menebeng pesawat.

"Jadi memasuki tahun 2026 ini mari kita lakukan gerakan makzulkan Fufufafa," pungkas Roy Suryo dalam videonya.

Kontroversi dan Latar Belakang Akun Fufufafa

Kontroversi seputar akun Kaskus Fufufafa telah berlangsung lama. Roy Suryo pernah memastikan dalam kanal YouTube Indonesia Lawyers Club pada Kamis, 19 September 2024, bahwa 99,9 persen akun tersebut adalah milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, anak sulung Presiden Joko Widodo.

Akun Fufufafa sebelumnya viral karena aktif menuliskan hinaan dan ejekan terhadap sejumlah tokoh politik Indonesia pasca Pilpres 2014. Beberapa nama yang disindir antara lain Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta keluarganya, hingga artis Syahrini.

Rilisnya lagu "Republik Fufufafa" oleh Slank dinilai kembali membuka memori publik tentang kontroversi tersebut dan dianggap sebagai bentuk kritik sosial melalui musik.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar