Roy Suryo Apresiasi Lagu Baru Slank "Republik Fufufafa" yang Sindir Penguasa
Pakar telematika Roy Suryo memberikan apresiasi kepada band legendaris Indonesia, Slank, yang merilis lagu baru berjudul "Republik Fufufafa" tepat di malam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 mereka.
Roy Suryo menyoroti lirik lagu ciptaan Bimbim Slank yang menyebutkan kata-kata seperti "sakau kuasa, sakau narkoba, sakau judi". Pernyataan ini disampaikannya melalui video singkat yang beredar pada Rabu, 31 Desember 2025.
Siapa Sosok Fufufafa yang Disindir Slank?
Roy Suryo mengklaim bahwa publik telah mengetahui identitas sosok yang disebut Fufufafa. "Yakni orang yang nggak punya ijazah SMA," ujarnya tanpa menyebut nama secara langsung.
Menurut analisis Roy Suryo, lagu terbaru Slank ini secara spesifik ditujukan untuk Fufufafa. Hal ini berbeda dengan lagu sindiran sebelumnya yang digunakan untuk menyindir adik dari Fufufafa yang pernah menebeng pesawat.
"Jadi memasuki tahun 2026 ini mari kita lakukan gerakan makzulkan Fufufafa," pungkas Roy Suryo dalam videonya.
Kontroversi dan Latar Belakang Akun Fufufafa
Kontroversi seputar akun Kaskus Fufufafa telah berlangsung lama. Roy Suryo pernah memastikan dalam kanal YouTube Indonesia Lawyers Club pada Kamis, 19 September 2024, bahwa 99,9 persen akun tersebut adalah milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, anak sulung Presiden Joko Widodo.
Akun Fufufafa sebelumnya viral karena aktif menuliskan hinaan dan ejekan terhadap sejumlah tokoh politik Indonesia pasca Pilpres 2014. Beberapa nama yang disindir antara lain Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta keluarganya, hingga artis Syahrini.
Rilisnya lagu "Republik Fufufafa" oleh Slank dinilai kembali membuka memori publik tentang kontroversi tersebut dan dianggap sebagai bentuk kritik sosial melalui musik.
Artikel Terkait
Safari Politik Jokowi di Lampung Dinilai Tak Cukup Angkat PSI ke Senayan
Jokowi Berpotensi Terima Gelar Adat dari 38 Provinsi, Pengamat Soroti Waktu Pemberian
Safari Politik Jokowi untuk Dongkrak PSI Dinilai Berpotensi Ganggu Stabilitas Nasional
Pengamat: Ritual Adat Jokowi di Lampung Jadi Strategi Pencitraan untuk Dongkrak PSI