Sebaliknya, JJ Rizal melontarkan kritik pedas terhadap sosok Menteri Luar Negeri Sugiono yang juga berusia relatif muda. Menurut analisisnya, kemudaan Sugiono tidak diimbangi dengan kedalaman pemikiran dan kematangan kenegarawanan yang memadai.
"Sekarang kita lihat menteri luar negeri yang muda, tampil necis dan rapi, tapi lebih mirip 'barbie'. Penampilan ada, namun tidak terlihat sebagai pribadi yang matang dan bernas," kritik sejarawan tersebut.
Jabatan Strategis Butuh Rekam Jejak dan Kapasitas Intelektual
JJ Rizal menegaskan bahwa jabatan strategis seperti menteri luar negeri menuntut kapasitas yang jauh melampaui sekadar citra atau penampilan. Ia menekankan pentingnya rekam jejak intelektual, keberanian moral, serta pemahaman mendalam terhadap sejarah bangsa dan posisi Indonesia di panggung global.
Perbandingan ini, menurutnya, penting untuk menyadarkan publik agar tidak terjebak pada glorifikasi usia muda dan tampilan luar semata, tetapi kembali menilai substansi dan kualitas kepemimpinan yang sesungguhnya.
"Intinya bukan muda atau tua, tapi matang atau tidak. Dan kematangan itu tidak bisa dibeli atau digantikan dengan jas yang necis," pungkas JJ Rizal menutup analisisnya.
Artikel Terkait
Reshuffle Kabinet Prabowo: Juda Agung Calon Wamenkeu, Sugiono Digeser ke Menko PMK?
Menteri PU Dody Hanggodo Terbata-bata Didesak DPR Soal Anggaran Bencana
Prodem Peringatkan Prabowo: Risiko Besar Jika Polri Dipindah dari Bawah Presiden
SP3 Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis: Keadilan Restoratif atau Manipulasi Hukum?