Dedi Mulyadi Berterima Kasih atas Spanduk ‘Shut Up KDM’ dan Luruskan Isu Bonus Rp1 Miliar untuk Persib

- Minggu, 26 April 2026 | 10:50 WIB
Dedi Mulyadi Berterima Kasih atas Spanduk ‘Shut Up KDM’ dan Luruskan Isu Bonus Rp1 Miliar untuk Persib
PARADAPOS.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi dengan kepala dingin kemunculan spanduk bertuliskan “Shut Up KDM” di tribun utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib Bandung melawan Arema FC. Alih-alih merasa tersinggung, ia justru menyambut kritik tersebut sebagai pengingat agar sepak bola tetap profesional dan tidak tercampur dengan kepentingan politik. Dalam pernyataannya, ia juga meluruskan polemik soal bonus Rp1 miliar untuk pemain Persib yang sempat ramai diperbincangkan.

Kritik dari Bobotoh: Sebuah Pengingat untuk Tetap Fokus

Suasana di tribun utara GBLA beberapa waktu lalu sempat memanas bukan karena pertandingan, melainkan karena sebuah spanduk provokatif. “Teman-teman Bobotoh di tribun utara GBLA, saya ucapkan terima kasih. Saya sudah diingatkan agar tidak terlalu banyak bicara soal Persib,” ujar Dedi, sapaan akrabnya, dalam pernyataan yang dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar, Minggu, 26 April 2026. Menurut orang nomor satu di Jawa Barat itu, atmosfer sepak bola memang harus steril dari narasi di luar olahraga. Ia memandang kritik tersebut sebagai bentuk kontrol publik yang sehat. “Semangat bertanding habis-habisan, bukan berdebat habis-habisan di media sosial. Hatur nuhun,” pungkasnya, menekankan pentingnya sportivitas.

Meluruskan Polemik Bonus Rp1 Miliar

Di tengah sorotan, Dedi juga memberikan klarifikasi terkait isu bonus Rp1 miliar untuk pemain Persib. Ia menjelaskan bahwa dana tersebut berasal dari seorang pengusaha yang dikenal dengan panggilan Bang Ara atau Asep Ara Sirait. “Bang Ara memiliki kedekatan dengan Jawa Barat sejak menempuh pendidikan di Universitas Parahyangan,” jelas Dedi. Rencana pemberian bonus ini muncul dalam sebuah pertemuan antara dirinya, Bang Ara, dan manajemen Persib. Pertemuan itu membahas target besar tim untuk meraih hattrick juara. “Manajemen menyampaikan tantangannya berat, sehingga butuh dukungan besar. Dari situ, Bang Ara secara spontan menyatakan siap membantu,” ungkapnya. Skema bonus tersebut dirancang khusus untuk laga tandang. Dari tujuh pertandingan yang akan dijalani, lima di antaranya mendapat suntikan dana masing-masing Rp1 miliar, dengan total keseluruhan mencapai Rp5 miliar.

Transparansi Tanpa Pelanggaran

Sebelum informasi ini meluas ke publik, Dedi mengaku telah berhati-hati. Ia memastikan aspek legalitasnya kepada manajemen klub. Bahkan, hingga tiga kali ia menanyakan apakah informasi tersebut boleh dipublikasikan. “Hasilnya tidak ada pelanggaran. Maka saya sampaikan secara terbuka karena prinsip saya transparansi,” tegasnya. Meskipun sempat ada saran agar tidak mengumumkan bonus tersebut, Dedi tetap membuka informasi itu. Baginya, ini adalah bentuk akuntabilitas sekaligus dukungan nyata kepada Persib. Namun, ia mengajak publik untuk tidak memperpanjang polemik. “Sudah, tidak usah dibahas berlarut-larut. Fokus ke pertandingan ke depan agar target juara tiga kali berturut-turut bisa tercapai,” katanya. Di akhir pernyataannya, Dedi kembali mengapresiasi kritik yang diterimanya. Ia mengingatkan bahwa energi harus difokuskan untuk mendukung tim di lapangan, bukan untuk perdebatan yang tidak produktif.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar