SINAR EDITORIAL - Keputusan Mahfud MD keluar dari kabinet Indonesia Maju menarik perhatian publik.
Pasca pengumuman resmi pengunduran dirinya dari jabatan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, banyak pengamat yang mulai berasumsi.
Salah satu yang berkomentar adalah Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinium, Dedi Kurnia Syah.
Baca Juga: Resmi, Mahfud MD Mengundurkan Diri dari Jabatan Menkopolhukam RI
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai keputusan Mahfud mengundurkan diri dari kabinet Jokowi sangat terlambat dan tidak dalam momentum yang bagus.
"Tentu elektabilitas Mahfud tidak akan terbangun dari keputusan mundur yang seolah hanya ancaman karena tidak kunjung segera dilaksanakan," kata Dedi saat dihubungi melalui pesan tertulis, Kamis.
Justru, Dedi menganggap keputusan Mahfud tersebut bisa berdampak buruk. Kata dia, pengunduran diri Mahfud tidak krusial bagi pemerintah karena ia dengan mudah diganti dan tokoh penggantinya cukup banyak.
Artikel Terkait
Pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi Diragukan, TPUA Bantah Misi Utang
Eggi Sudjana Akui Keaslian Ijazah Jokowi? Klarifikasi Peradi Bersatu
Analisis APBN 2025: Penerimaan Turun, Belanja & Utang Naik, Defisit Nyentuh 2,92%
PDI Perjuangan Larang Kader Korupsi: Isi Surat Edaran & Arahan Rakernas 2026