Kegiatan Pertambangan Harus Hati-hati, Bukan Bahayakan Keanekaragaman Hayati

- Jumat, 26 Januari 2024 | 14:20 WIB
Kegiatan Pertambangan Harus Hati-hati, Bukan Bahayakan Keanekaragaman Hayati

“Lembaga keuangan tidak mau memberikan pinjaman atau modal kepada perusahaan yang mungkin terekspos tidak sesuai dengan standar ESG. Partner juga tidak ingin membeli barang dan jasa dari perusahaan yang tidak memiliki,” ungkapnya.

Baca Juga: Selain Setop Food Estate, Muhaimin Ungkap akan Lakukan Ini di Hari Pelantikan

Zuzy mengatakan ESG mendorong bad temptations. Pasar sangat menarik untuk para fund managers biaya lebih tinggi membuat institusi bergerak cepat ke pasar. Di sisi lain, lanjut Zuzy, Sebagian masyarakat tidak tertarik untuk mendengar tentang trade off tujuan lingkungan, sosial dan tata kelola. “Ada banyak yang mengutak atik konsep dan angka beberapa menduga green washing dalam skala besar. Bagaimanapun the idea and importance of esg is highly,” katanya.

Mahmud Subagya, Manager Environmental PT Agincourt Recources, mengatakan cucu perusahaan Grup Astra, Agincourt melakukan implementasi dengan induk usaha Astra. Agincourt mengambil enam aspirasi yang difokuskan pada target 2030. Enam target adalah menurunkan emisi GRK sampai 30 persen pada 2030, manajemen energi yakni 50% bauran EBT di Grup Astra, manajemen air, manajemen limbah pabrik, keberagaman dan inklusivitas karyawan, kesehatan dan keselamatan kerja karyawan.

“Yang paling challenging adalah GRK yang dihasilkan oleh bahan bakar. Dulu kami menggunakan 20 generator bahan bakar solar dengan konsumsi 3 juta liter. Kini kami sudah membangun PLTS 2,1 MWp. PLTS masih belum mengkaver energi yang kami butuhkan sehingga konsumsi energi listrik PLN masih besar,” katanya.

Baca Juga: Ketua KPU: Jokowi Berhak Ikut Kampanye, Tapi Harus Izin Cuti ke Dirinya Sendiri

Keanekaragaman Hayati

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianterbit.com

Halaman:

Komentar