"Pak Joko ini orang kilang, asli dari kilang. Pengetahuannya paling bagus soal kilang. Ketika dia dicopot, saya sampai mau nangis," ujar Ahok. Ia mengaku sempat menelepon Joko Priyono setelah pencopotan dan menilai keputusan itu sebagai bentuk kesewenangan.
Desakan untuk Periksa Pimpinan Tertinggi
Merasa ada kejanggalan, Ahok mendesak jaksa untuk menyelidiki pihak-pihak terkait keputusan pencopotan tersebut. "Makanya saya selalu bilang ke pak jaksa, periksa sekalian BUMN, periksa Presiden bila perlu. Kenapa orang terbaik dicopot?" cetusnya.
Pernyataan Ahok ini sempat memicu tepuk tangan dari pengunjung sidang, sehingga majelis hakim harus memberikan teguran agar suasana sidang tetap tertib.
Tanggapan Jaksa Penuntut Umum
Menanggapi desakan Ahok, JPU menyatakan bahwa keterangan tersebut tidak berkaitan langsung dengan penggalian pengetahuan Ahok sebagai saksi dalam perkara yang sedang disidangkan. Jaksa menilai Ahok tidak menyertakan detail fakta atau dokumen pendukung yang bisa menguatkan pernyataannya untuk diperiksa lebih lanjut.
Perkembangan sidang kasus dugaan korupsi minyak mentah Pertamina ini terus menjadi sorotan publik, terutama setelah keterangan tegas dari mantan Komut Pertamina, Ahok.
Artikel Terkait
Finalisasi Kerugian Negara Kasus Korupsi Kuota Haji 2024 oleh BPK: Nilai Lebih dari Rp1 Triliun
Noel Ebenezer Peringatkan Purbaya: Hati-hati, Anda Bisa Di-Noel-kan! | Analisis Kasus
Immanuel Ebenezer Bocorkan Parpol Berhuruf K & Ormas Terkait Aliran Dana Kasus Sertifikasi K3
Damai Hari Lubis Laporkan Ahmad Khoizinudin ke Polda Metro Jaya: Kronologi & Pasal yang Dijerat