Gugatan Ijazah Gibran: Mediasi Gagal, Sidang Lanjutan Digelar Hari Ini
Sidang lanjutan gugatan perdata terhadap riwayat pendidikan setingkat SMA Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka kembali digelar pada Senin (20/10/2025) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Agenda sidang hari ini adalah penetapan kembali jadwal persidangan.
Perkara ini memasuki tahap persidangan setelah proses mediasi yang dilakukan sebanyak tiga kali gagal mencapai kesepakatan damai antara para pihak. Penggugat, Subhan Palal, menyatakan bahwa mediasi tidak berhasil karena para tergugat, yaitu Gibran sebagai Tergugat I dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebagai Tergugat II, tidak dapat memenuhi syarat yang diajukannya.
"Saya mensyaratkan dua, minta maaf dan mundur dari jabatannya masing-masing, tapi itu enggak bisa dipenuhi," jelas Subhan usai mediasi.
Dugaan Pelanggaran Hukum dan Tuntutan Gugatan
Inti dari gugatan ini adalah dugaan adanya ketidaksesuaian dalam riwayat pendidikan Gibran, yang merupakan salah satu syarat pencalonan wakil presiden. Berdasarkan data KPU, Gibran tercatat menempuh pendidikan di Orchid Park Secondary School, Singapura (2002–2004) dan UTS Insearch Sydney (2004–2007), yang keduanya setara dengan jenjang SMA.
Penggugat menegaskan bahwa persoalan utamanya bukan pada status kelulusan, melainkan pada lokasi tempat Gibran menempuh pendidikan. Dalam petitum gugatannya, Subhan meminta majelis hakim untuk:
- Menyatakan Gibran dan KPU telah melakukan perbuatan melawan hukum.
- Menyatakan status Gibran sebagai wakil presiden tidak sah.
- Menghukum para tergugat untuk membayar ganti rugi immateriil secara tanggung renteng senilai Rp 125 triliun, serta Rp 10 juta yang disetorkan ke kas negara.
Dengan gagalnya mediasi, perkara kini berlanjut ke pembahasan pokok gugatan untuk ditentukan oleh majelis hakim.
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
Politisi Soroti Lemahnya Penegakan Hukum Usai Pria di Tabanan Tewas Diamuk Massa Gegara Diduga Curi Ayam
Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Tak Berspekulasi soal Kematian Pria yang Diduga Karumga di Kediamannya
Pakar Hukum: Aksi Main Hakim Sendiri Ancaman Serius bagi Negara Hukum
Bareskrim Limpahkan Enam Personel Polri ke Paminal Polda Metro Jaya, Termasuk Kasat Resnarkoba Tangsel, Terkait Narkotika Etomidate