"Tujuan kaum imperialis adalah minyak Venezuela, tanah dan sumber daya alamnya. Tidak, Tuan-tuan imperialis, ini bukan ‘halaman belakang’ Anda," tegas Díaz-Canel seperti dilaporkan media.
Lebih lanjut, Díaz-Canel menegaskan bahwa Kuba tidak mengakui Doktrin Monroe atau kekuasaan asing mana pun atas kedaulatan bangsa-bangsa Amerika Latin. Ia menyatakan kesiapan rakyat Kuba untuk berdiri bersama Venezuela.
"Demi Venezuela, dan juga demi Kuba, kami siap memberikan darah kami, bahkan nyawa kami. Kami tidak akan mundur. Sekarang adalah waktu untuk kepastian dan memilih pihak dalam menghadapi fasisme dan kebiadaban imperial," kata Presiden Kuba tersebut.
Sementara itu, dari pihak Amerika Serikat, Presiden Donald Trump dalam sebuah pengarahan menyatakan keinginannya untuk membantu rakyat Kuba, dengan alasan kondisi di negara tersebut buruk dan terkait dengan situasi di Venezuela. Namun, Trump menegaskan bahwa ia belum mempertimbangkan opsi tindakan militer terhadap Kuba.
Artikel Terkait
Rapat Rahasia Doha: Transisi Venezuela Pasca Maduro dan Peran Kunci Delcy Rodriguez
Iran Ancam Ratakan Israel Jika Diserang: Netanyahu Hubungi Putin untuk Meredam Ketegangan
Trump Isyaratkan Serangan ke CEO Minyak Sebelum Serbu Venezuela: Fakta & Reaksi PBB
Kesaksian Prajurit Venezuela: Detik-Detik Serangan Udara AS 2026 & Analisis Dampaknya