Iran Tutup Selat Hormuz, Tembakan Arahkan Kapal Komersial

- Minggu, 19 April 2026 | 01:25 WIB
Iran Tutup Selat Hormuz, Tembakan Arahkan Kapal Komersial

PARADAPOS.COM - Pemerintah Iran secara resmi kembali menutup akses pelayaran internasional di Selat Hormuz. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebijakan Amerika Serikat yang dinilai terus melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Penutupan jalur laut vital ini langsung diikuti dengan insiden tembakan yang dilaporkan diarahkan ke beberapa kapal komersial, memicu ketegangan baru di kawasan yang sudah rentan.

Insiden Tembakan di Jalur Perairan Vital

Tak lama setelah pengumuman penutupan, sejumlah laporan muncul mengenai insiden kekerasan di selat tersebut. Kapal-kapal perang Iran dikabarkan melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal tanker dan kontainer yang berusaha melintas. Beberapa proyektil dilaporkan mengenai target, sementara kapal lain terpaksa berbalik haluan untuk menghindari risiko. Insiden ini semakin mengukuhkan situasi mencekam di jalur air tersibuk untuk pengangkutan minyak dunia itu.

Mengutip laporan dari CNN pada Sabtu, 18 April 2026, seorang juru bicara militer Iran menjelaskan latar belakang aksi tersebut. "Sebuah kapal tanker dan kapal kontainer masing-masing melaporkan serangan saat melintasi jalur air utama tersebut," ungkapnya, seraya menegaskan bahwa pembatasan diberlakukan kembali akibat pelanggaran kepercayaan berulang oleh AS.

Peringatan Keras dari Pejabat Iran

Eskalasi ini seolah mengonfirmasi peringatan-peringatan yang telah lama disampaikan oleh pejabat tinggi Iran. Ebrahim Azizi, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, secara tegas menyoroti sikap Amerika. Dalam sebuah pernyataan di media sosial, ia menyampaikan kekecewaan dan peringatan yang bernada tegas.

“Kami telah memperingatkan Anda, Anda tidak memperhatikan! Sekarang nikmati kembalinya situasi Selat Hormuz ke keadaan sebelumnya,” tegas Azizi, yang ditujukan kepada para pembuat kebijakan di Washington.

Klaim Kendali Penuh atas Selat Hormuz

Di tengah gejolak ini, pihak militer Iran dengan lantang menegaskan kendali operasional mereka atas kawasan strategis tersebut. Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, melalui juru bicaranya, mengeluarkan pernyataan resmi yang bersifat menegaskan kedaulatan. Pernyataan itu menekankan bahwa keamanan dan regulasi di Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah pengawasan ketat Angkatan Bersenjata Iran, dan status operasionalnya akan dipertahankan sesuai keputusan Tehran.

Langkah-langkah tegas Iran ini, yang berpotensi mengganggu pasokan energi global, menandai babak baru dalam ketegangan diplomatik yang telah berlangsung lama. Situasi di lapangan terus dipantau dengan cermat oleh pengamat internasional, mengingat dampak luas yang dapat ditimbulkan dari gangguan di arteri minyak dunia ini.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar