Roy Suryo Bantah Kabur ke Sydney, Beberkan Temuan Krusial Soal Gibran
Pakar telematika Roy Suryo secara tegas membantah tuduhan bahwa kepergiannya ke Sydney, Australia, merupakan bentuk pelarian. Bantahan ini disampaikan menanggapi isu yang beredar seiring rencana Polda Metro Jaya menggelar perkara terkait dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Roy Suryo menegaskan bahwa kunjungannya ke Australia bukanlah untuk melarikan diri. "Saya tidak melarikan diri, saya melakukan tugas suci," ujarnya saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa, 4 November 2025.
Dukungan Diaspora dan Pemerintah
Menurut Roy, kedatangannya di Sydney justru mendapat sambutan positif dari Forum Diaspora Indonesia (FDI). Dalam kunjungan tersebut, selain mendalami riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mantan Menpora ini juga melakukan bedah buku berjudul 'Jokowi’s White Paper'.
Roy Suryo menambahkan bahwa aktivitasnya di Sydney didukung oleh jajaran pemerintahan Indonesia. Pernyataan ini sekaligus menepis kabar yang menyebutkan dirinya akan ditangkap Interpol. "Jadi tidak benar tuduhan saya akan ditangkap Interpol. Alhamdulillah," tegasnya.
Temuan Penting Soal Riwayat Pendidikan Gibran
Hasil investigasi yang dilakukan Roy Suryo mengungkap temuan mengejutkan. Ia menyatakan bahwa 99,9 persen Gibran Rakabuming Raka tidak menyelesaikan kursus bahasa Inggris di Insearch Language Centre Sydney. Lembaga ini merupakan institusi persiapan bagi mahasiswa asing sebelum melanjutkan studi di University of Technology Sydney (UTS).
Berdasarkan temuan ini, Roy Suryo menyimpulkan bahwa Gibran tidak memiliki ijazah SMA yang sah. "Kita sudah dapat kesimpulan 99,9 persen Gibran Rakabuming Raka tidak pernah lulus dan tidak ada ijazah SMA. Artinya ini harus dicabut. Berarti dia tidak sah atau tidak layak untuk menjadi wakil presiden," pungkas Roy Suryo.
Artikel Terkait
Investor Unggul Metro Timur Indonusa Suntik Dana ke Otto Media Grup untuk Dukung Branding Startup
Dokumen Bocor Ungkap Alokasi Dana Soros Rp28 Triliun untuk Program Demokrasi di Indonesia
Pengamat Pertanyakan Implikasi Restorative Justice Rismon Sianipar terhadap Kasus Ijazah Palsu
BGN Bekukan Dua Dapur Makan Bergizi Gratis di Ponorogo Diduga Manipulasi Anggaran