Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur Olahraga Nasional Usai Arahan Presiden

- Jumat, 20 Februari 2026 | 12:00 WIB
Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur Olahraga Nasional Usai Arahan Presiden

PARADAPOS.COM - Pemerintah Indonesia mempercepat realisasi program prioritas nasional di bidang olahraga, menyusul arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Langkah strategis ini diwujudkan melalui rapat tingkat menteri yang membahas penguatan 21 cabang olahraga unggulan, pembangunan kawasan pelatihan berstandar internasional, serta peningkatan kesejahteraan atlet. Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, di Jakarta pada Kamis, 19 Februari 2026.

Fokus pada Pembangunan Infrastruktur Olahraga

Hasil rapat yang cukup konkret adalah kesepakatan untuk membangun Akademi Pelatihan Olahraga Nasional di Ranca Bungur, Kabupaten Bogor. Lahan seluas sekitar 500 hektare itu akan dikembangkan menjadi sebuah ekosistem terpadu. Di dalamnya, nantinya akan terdapat fasilitas pendidikan, pelatihan, sport science, dan layanan kesehatan olahraga yang menyatu. Dukungan untuk percepatan proyek ambisius ini telah dijanjikan oleh sejumlah kementerian teknis dan pemerintah daerah.

Tak hanya di Bogor, pemerintah juga berencana mentransformasi kawasan Cibubur. Kawasan tersebut akan diubah menjadi pusat Sports Wellness, Rehabilitation, dan Sports Science yang terintegrasi penuh dengan Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON). Untuk mewujudkan pusat olahraga terpadu berstandar internasional ini, kolaborasi erat antar kementerian dinilai sebagai kunci utamanya.

Komitmen Presiden Jadi Penggerak Utama

Dalam penjelasannya, Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa seluruh program ini berangkat dari instruksi Presiden untuk membangun kedigdayaan bangsa melalui jalur olahraga. Arahan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi telah diterjemahkan menjadi target-target teknis yang jelas dan terukur.

"Arahan Bapak Presiden jelas, kita harus mewujudkan kedigdayaan bangsa melalui olahraga. Tidak hanya menambah cabang unggulan menjadi 21, tetapi juga membangun kawasan pembinaan berstandar internasional dan memastikan kesejahteraan atlet terjamin," ungkap Pratikno melalui keterangan tertulis yang diterima media pada Jumat, 20 Februari 2026.

Dukungan Holistik untuk Atlet dan Pelatih

Selain pembangunan infrastruktur fisik, rapat juga membahas penguatan dukungan sumber daya manusia. Salah satu poin penting adalah penguatan program Beasiswa Prestasi Olahraga. Skema beasiswa ini akan diperluas cakupannya, tidak hanya untuk atlet tetapi juga untuk pelatih dan tenaga manajemen olahraga. Pemerintah berencana menjalin kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kementerian Pendidikan untuk merealisasikan program beasiswa ini.

Pratikno menekankan bahwa keberhasilan agenda besar olahraga nasional sangat bergantung pada koordinasi yang solid dan aksi nyata dari semua pihak.

"RTM ini kita lakukan untuk mengonkretkan dukungan lintas kementerian dan lembaga. Program ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua harus bergerak dengan aksi nyata agar target besar olahraga nasional sesuai harapan Presiden benar-benar tercapai," tegasnya.

Menuju Peta Jalan Prestasi Internasional

Ekspansi cabang olahraga unggulan dari 14 menjadi 21 cabang merupakan bagian dari fondasi yang sedang diperkuat. Pembinaan atlet pada cabang-cabang ini akan melibatkan pembagian peran yang jelas antara pemerintah pusat dan daerah, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.

Langkah-langkah komprehensif ini tidak hanya ditujukan untuk membangun sistem olahraga nasional yang lebih berkelanjutan, tetapi juga memiliki target prestasi yang jelas. Pemerintah berharap, seluruh upaya ini akan menjadi batu loncatan untuk meraih hasil maksimal di berbagai ajang bergengsi, mulai dari SEA Games dan Asian Games, hingga Olimpiade 2028.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar