PARADAPOS.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyerukan pentingnya persatuan nasional untuk menghadapi tantangan global yang kompleks. Seruan ini disampaikan dalam acara Silaturahmi Ramadan di Polda Jawa Barat, Rabu (4 Maret 2026), di hadapan berbagai elemen masyarakat. Sigit menekankan bahwa kolaborasi yang solid antara pemerintah, ulama, dan seluruh lapisan masyarakat merupakan kunci untuk menjaga stabilitas dan memitigasi dampak ketidakpastian dunia terhadap Indonesia.
Kekompakan Kunci Hadapi Tantangan Global
Dalam pidatonya, Kapolri menggarisbawahi bahwa situasi internasional yang sedang tidak stabil menuntut kesiapan dan kebersamaan seluruh bangsa. Dia mengakui bahwa pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sedang aktif mencari solusi dengan melibatkan berbagai tokoh bangsa untuk mendapatkan masukan terbaik.
Jenderal Sigit menjelaskan, "Kalau kita lihat bagaimana beliau (Presiden Prabowo Subianto) kemudian memanggil tokoh-tokoh elit bangsa beberapa hari yang lalu dan ke depan juga beliau tentu juga akan melakukan hal yang sama, di mana beliau ingin mendengarkan masukan-masukan dan mendengarkan langsung pendapat-pendapat dari masyarakat, dari elit untuk kemudian bersama-sama bagaimana kita harus memitigasi terkait dengan situasi global."
Kondisi Ekonomi dan Kewaspadaan Sosial
Meski mengakui adanya tekanan dari luar, Kapolri menyoroti bahwa fondasi ekonomi domestik masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Namun, dia mengingatkan bahwa kondisi ini harus dijaga bersama agar tidak memicu gejolak di tingkat akar rumput. Kuncinya, menurut dia, terletak pada kesatuan visi dan aksi.
"Kita melihat bahwa kondisi Indonesia alhamdulillah saat ini pertumbuhan ekonomi masih cukup baik. Namun demikian, dengan kondisi yang ada tentunya kita juga harus siap dan harus kemudian mempersiapkan diri untuk juga melakukan apa yang kita bisa dan itu semua bisa terjadi kalau kita semua bersatu menghadapi satu musuh bersama," ungkapnya.
Ajakan Menjaga Kebersamaan
Mengakhiri amanatnya, Sigit kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi rakyatnya. Dia menutup dengan ajakan yang berisi pesan moral tentang solidaritas, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadan.
"Tentunya untuk bisa menjaga ini memang butuh kekompakan, butuh persatuan dan kesatuan di antara seluruhnya, pejabatnya, umaronya, masyarakatnya, ulamanya yang selalu mengingatkan kita," tegas Kapolri.
Acara silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana khidmat, mencerminkan upaya membangun dialog antara penegak hukum dan masyarakat dalam bingkai nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Artikel Terkait
Jemaah Indonesia di Tanah Suci Soroti Ketidakhadiran Jemaah Iran
PT BEL Salurkan Bantuan Rp300 Juta untuk Pemulihan Pascabanjir Nagan Raya
Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Bahas Eskalasi Timur Tengah
FPTI Umumkan Susunan Lengkap Pelatnas Panjat Tebing untuk Asian Games 2026