Pemerintah Dorong Sultra Beralih dari Tambang ke Pariwisata

- Selasa, 10 Maret 2026 | 10:00 WIB
Pemerintah Dorong Sultra Beralih dari Tambang ke Pariwisata

PARADAPOS.COM - Pemerintah mendorong diversifikasi ekonomi di Sulawesi Tenggara dengan mengalihkan ketergantungan dari sektor pertambangan ke pariwisata. Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, secara khusus meminta pemerintah daerah dan perusahaan tambang untuk berperan aktif dalam mengembangkan potensi wisata sebagai sumber ekonomi baru yang berkelanjutan.

Dorongan untuk Diversifikasi Ekonomi

Dalam upaya mengurangi ketergantungan daerah terhadap industri ekstraktif, Fahri Hamzah menekankan pentingnya peran serta perusahaan tambang. Ia berpendapat bahwa kontribusi korporasi tidak boleh berhenti pada aktivitas penambangan semata, melainkan harus meluas ke pembangunan sektor lain yang dapat memberikan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Langkah ini dinilai krusial untuk membangun ketahanan ekonomi regional, mengingat fluktuasi harga komoditas tambang sering kali berdampak langsung pada stabilitas pendapatan daerah.

Pariwisata sebagai Pilar Baru

Fahri melihat sektor pariwisata sebagai alternatif yang paling menjanjikan bagi Sulawesi Tenggara. Provinsi yang dijuluki Bumi Anoa ini dikaruniai panorama pesisir dan taman laut yang memukau, yang sayangnya belum sepenuhnya tergarap optimal. Potensi besar itu, menurutnya, bisa menjadi magnet bagi investasi jika dikelola dengan perencanaan yang matang dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan penataan kawasan, terutama di wilayah pesisir. Peningkatan kebersihan lingkungan dan penataan estetika kawasan menjadi langkah awal yang vital untuk mengubah suatu lokasi menjadi destinasi wisata yang kompetitif dan layak dikunjungi.

Tanggung Jawab Perusahaan Tambang

Wakil Menteri Fahri secara tegas menyoroti tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan tambang. Ia menegaskan bahwa operasi pertambangan harus diimbangi dengan upaya pemulihan dan pemberdayaan kawasan terdampak.

“Perusahaan tambang seharusnya tidak hanya fokus pada eksploitasi sumber daya alam, tetapi juga berperan dalam pengembangan sektor non-tambang, salah satunya melalui pengembangan pariwisata sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk memperbaiki kawasan terdampak aktivitas pertambangan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan visi bahwa keuntungan korporasi harus selaras dengan pemulihan ekologi dan penguatan ekonomi lokal, menciptakan simbiosis yang lebih berkeadilan.

Dukungan dari Kementerian PUPR

Sebagai bentuk komitmen nyata, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman siap memberikan dukungan teknis. Dukungan itu akan difokuskan pada perencanaan kawasan, renovasi perumahan, hingga pembangunan rumah baru, khususnya di area perkotaan dan lokasi yang masih terdapat permukiman kumuh.

Upaya penataan ini tidak berdiri sendiri, melainkan sejalan dengan gerakan nasional yang dicanangkan pemerintah.

Selaras dengan Gerakan Indonesia ASRI

Inisiatif pengembangan kawasan dan pariwisata di Sulawesi Tenggara ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui kampanye Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Gerakan ini bertujuan menciptakan lingkungan hidup yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Dengan demikian, langkah diversifikasi ekonomi tidak hanya sekadar mengubah sumber pendapatan, tetapi juga membangun fondasi untuk kualitas hidup yang lebih baik di masa depan, di mana alam yang terpelihara menjadi aset utama untuk kemakmuran bersama.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar