PARADAPOS.COM - Sebuah longsor material sampah setinggi sekitar 50 meter melanda Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, pada Minggu (8/3/2026) siang. Bencana yang terjadi secara mendadak itu menimbun sejumlah truk pengangkut sampah yang sedang mengantre serta warung di sekitarnya. Hingga Senin (9/3/2026), data sementara mencatat 13 korban: empat orang meninggal dunia, empat selamat, dan lima lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Reaksi dan Harapan Dedi Mulyadi
Merespons musibah tersebut, mantan Bupati Purwakarta sekaligus figur publik, Dedi Mulyadi, menyoroti status pengelolaan lokasi kejadian. Dalam pernyataannya di media sosial, Senin (9/3/2026), ia menegaskan bahwa TPST Bantargebang merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"TPA ini merupakan tempat pembuangan sampahnya warga Jakarta yang dikelola oleh Pemprov Daerah Khusus Jakarta," ungkapnya.
Dedi Mulyadi turut menyampaikan duka mendalam atas korban jiwa dalam insiden tersebut.
"Semoga yang meninggal dunia diterima iman dan Islamnya, diampuni segala dosanya, dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT, yang dalam pencarian semoga lekas ditemukan," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan agar pengelolaan TPST Bantargebang dapat diperbaiki untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.
"Semoga TPA Bantargebang bisa ditangani dengan baik dan tidak terjadi longsor lagi," ujarnya.
Ia juga mengajak semua pihak mengambil pelajaran dari kejadian ini. "Jadikan musibah ini sebagai pembelajaran bagi kita agar kita senantiasa waspada setiap saat, karena musibah seringkali terjadi tanpa diduga," tutup Dedi Mulyadi.
Kronologi dan Upaya Evakuasi
Berdasarkan keterangan di lapangan, longsor terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 14.30 WIB di Zona IV TPST Bantargebang. Saat itu, sejumlah truk sedang dalam antrean untuk membuang sampah.
"Saat truk sampah antre mau buang sampah sekitar pukul 14.30 WIB, tiba-tiba tumpukan sampah longsor sehingga sopir yang antre untuk buang sampah tertimbun longsoran sampah," jelas Eko Uban, anggota Damkar Kota Bekasi, pada Minggu.
Dampaknya tidak hanya menimpa para sopir, tetapi juga warga yang berada di sekitar lokasi. "Masyarakat yang ada di warung ikut tertumpuk longsoran sampah," tambah Eko.
Operasi pencarian dan evakuasi korban yang tertimbun terus dilanjutkan hingga hari kedua. Upaya yang melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai instansi itu difokuskan untuk menemukan lima orang yang masih dinyatakan hilang, terdiri dari dua sopir truk dan tiga pemulung.
"Untuk sampai pagi hari ini ini kami lakukan evakuasi pencarian hari kedua, jadi untuk personil pada hingga pagi hari ini kurang lebih tercatat 336 personil gabungan," kata Kasi Ops Kantor SAR Jakarta, Akhmad Rizkiansah, di lokasi pada Senin.
Proses evakuasi yang sulit mengandalkan bantuan sejumlah alat berat untuk mengangkati material sampah yang sangat banyak. "Untuk update hingga pagi hari ini total itu ada 13 korban, empat orang sudah ditemukan selamat dan empat orang ditemukan meninggal dunia," jelas Akhmad. "Sisanya ada lima orang sesuai dengan laporan yang masuk dari kepolisian tengah diupayakan dievakuasi."
Artikel Terkait
Gubernur DKI Imbau Ormas Hentikan Pemaksaan Pemberian THR ke Pengusaha
Anggota DPR Dukung Program Makan Bergizi Gratis untuk Bangun Generasi Sehat
Kemenag Aktifkan Ribuan Rumah Ibadah sebagai Pos Istirahat 24 Jam untuk Pemudik Lebaran
Polri Resmikan Gedung Pusat Studi Profesor Soepomo dan Luncurkan Tujuh Pusat Kajian Baru