SBY Ungkap Kemampuan Meramal Masa Depan: "Bukan Klenik, Saya Tahu Futurology"
Mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), membuat pernyataan mengejutkan tentang kemampuannya membaca masa depan. Dalam orasi ilmiahnya, SBY mengklaim bahwa prediksinya tentang kondisi ekonomi Indonesia 15 tahun lalu kini menjadi kenyataan.
Prediksi SBY tentang Ekonomi Indonesia yang Terbukti
SBY menyampaikan bahwa pada tahun 2010, ia telah memprediksi bahwa Indonesia pada 2025 akan menjadi strong emergent market dengan ekonomi yang kuat. Menurutnya, prediksi ini sekarang terbukti dengan fakta bahwa Indonesia merupakan anggota G20 dan ekonomi terbesar di ASEAN.
"Saya katakan di kampus Sukolilo, Surabaya, ini look, 15 tahun lagi berarti 2025 ekonomi Indonesia, standing Indonesia itu sama dengan BRICS," ujar SBY dalam orasinya.
Indonesia Resmi Masuk BRICS pada 2025
SBY menegaskan bahwa prediksinya tentang Indonesia yang bergabung dengan BRICS pada tahun 2025 kini menjadi kenyataan. Kelompok BRICS yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan ini merupakan kelompok negara berkembang dengan pengaruh ekonomi global yang signifikan.
Ia menyoroti peran Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan prediksi ini dengan membawa Indonesia masuk ke dalam keanggotaan BRICS.
Bukan Ramalan Klenik, Tapi Futurology
SBY menekankan bahwa kemampuannya dalam meramal masa depan bukanlah berdasarkan klenik atau hal mistis. Ia menjelaskan bahwa ini adalah hasil dari pemikiran ilmiah dan rasional.
"Jadi kalau ada guru besar, dosen yang ingin menanyakan nasib dan masa depan bisa ke saya. Bukan klenik tapi pemikiran yang scientific, rasional. I know futurology. I know membaca trend. I know bagaimana visi yang bisa terjadi," jelas SBY.
Dia menambahkan bahwa kemampuan membaca tren dan memahami futurology inilah yang membantunya membuat prediksi yang akurat tentang masa depan Indonesia.
Artikel Terkait
IPW Kritik Kejaksaan Agung Tak Tahan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Desak Presiden Berhentikan Jaksa Agung
Gibran Tak Duduk Sejajar dengan Prabowo di Sidang Kabinet, Mensesneg: Itu Hanya Soal Teknis
Prabowo Sebut Kondisi Negara Sudah Rusak Parah, Singgung Salah Urus Sejak Era 1990-an
Sidang Etik Enam Pimpinan KPU Digelar, Satu Anggota DKPP Absen karena Kasus Helikopter