Selain meminimalisir pengaruh Geng Solo dan PDIP, Prabowo juga diyakini akan meminimalisir pengaruh Golkar yang memiliki kedekatan dengan Geng Solo seperti yang terjadi pada mantan Menpora Dito Ariotedjo.
"Kan kalo kita lihat orang dekat dengan kelompok Solo ini diberikan tempat terhormat seperti Deddy Corbuzier dan Raffi Ahmad, apa yang bisa dia lakukan terhadap pemerintah? Nggak berfungsi mereka," kritik Ginting.
Ginting menegaskan, Prabowo bukanlah orang sembarangan.
Prabowo saat ini kata dia, sedang menjalankan politik yang tidak teratur, tidak standar dan cenderung tidak normal.
"Itu cara untuk melawan kelompok yang kira-kira akan menggerogotinya, karena itu (nampak) seperti dibiarkan nanti ada waktunya 'digergaji'," tuturnya.
Ia menambahkan, cara menghadapi Geng Solo harus dengan cara ireguler atau tidak biasa, dan itulah yang sedang dijalankan Prabowo saat ini.
"Tinggal apakah menjalankan politik bersama Jokowi atau ireguler di luar Jokowi. Kalau Prabowo masih menjalankan politik bersama Jokowi maka siap-siap pemerintahannya hanya bertahan dua tahun.
Kalau dia berani menjalankan dengan cara-cara tidak biasa di luar Jokowi mugkin dia bisa selamat sampai 2029 bahkan bisa terpilih (lagi)," terang Ginting.
Sumber: Konteks
Artikel Terkait
Desakan Copot Erick Thohir dari Menpora: PP Himmah Kritik Kinerja & Isu Reshuffle Kabinet Prabowo
Rocky Gerung: Jokowi Diduga Tak Bisa Hidup Tenang Sebelum Kasus Hukum Terbukti
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu: Kronologi Lengkap Kasus Ijazah Jokowi
Kontroversi Kelulusan Jokowi di UGM: Analisis 2 Pernyataan Berbeda Rektor Ova Emilia