Mojtaba Khamenei Ditunjuk Majelis Ahli sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Baru

- Senin, 09 Maret 2026 | 05:25 WIB
Mojtaba Khamenei Ditunjuk Majelis Ahli sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Baru

PARADAPOS.COM - Mojtaba Khamenei secara resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Penunjukan ini dilakukan oleh Majelis Ahli sepuluh hari setelah serangan gabungan AS dan Israel di Teheran yang menewaskan sang ayah, ibu, serta istrinya, Zahra Haddad-Adel. Peristiwa tragis ini mengantarkan seorang figur yang selama ini dikenal sangat tertutup ke puncak kekuasaan di Republik Islam.

Figur Bayangan yang Tiba-tiba Muncul ke Terang

Berbeda dengan ayahnya yang merupakan sosok publik, Mojtaba Khamenei selama ini hidup dalam kesamaran. Ia tidak pernah memegang jabatan pemerintahan resmi, jarang berpidato di depan umum, dan hampir tidak pernah memberikan wawancara. Fotonya pun sangat langka beredar. Banyak warga Iran bahkan dikabarkan belum pernah mendengar suaranya, meski ia adalah putra dari pemimpin tertinggi mereka. Namun, di balik ketertutupan itu, Mojtaba selama bertahun-tahun diyakini memiliki pengaruh yang sangat besar.

Ia sering dijuluki sebagai "pangeran bayangan" yang mengelola lingkaran dalam ayahnya dan memiliki koneksi yang kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serta badan intelijen. Kabel diplomatik AS yang bocor pada akhir 2000-an menggambarkannya sebagai "kekuatan di balik jubah", sebuah istilah yang mengisyaratkan kecakapan dan pengaruhnya yang luas meski tak terlihat.

Proses Penunjukan dan Penolakan Awal Sang Ayah

Menariknya, proses pengangkatan Mojtaba justru diklaim tidak melibatkan campur tangan mendiang Ali Khamenei. Seorang analis politik di Teheran, Hamid Reza Gholamzadeh, menyatakan bahwa sang ayah bahkan awalnya menentang gagasan tersebut.

"Ini tidak ada hubungannya dengan ayahnya," tegas Gholamzadeh. "Majelis Ahli bertanggung jawab melakukan penilaian teknis terhadap tokoh-tokoh yang mungkin dipilih dan menentukan siapa yang paling memenuhi kriteria berdasarkan konstitusi, dan mereka telah memilihnya."

Gholamzadeh menambahkan bahwa meski Mojtaba tidak memiliki pengalaman eksekutif formal, kedekatannya yang intens dengan ayahnya membuatnya memahami kompleksitas tantangan yang dihadapi Iran.

"Posisi pemimpin sebenarnya tidak harus memiliki pengalaman eksekutif," lanjutnya. "Yang penting adalah semakin baik ia memahami situasi dan tantangan kekuasaan eksekutif dalam praktiknya, maka semakin baik pula ia menjalankan peran tersebut."

Masa Depan Iran di Bawah Kepemimpinan Baru

Penunjukan Mojtaba Khamenei ini disinyalir akan membawa implikasi signifikan bagi arah politik Iran. Sejumlah pengamat memperkirakan bahwa kepemimpinan baru ini berpotensi mengembalikan Iran ke garis kebijakan yang lebih keras, bahkan mungkin melebihi era sebelumnya. Latar belakangnya yang dekat dengan sayap militer dan intelijen, ditambah dengan trauma pribadi akibat serangan yang menewaskan keluarganya, menciptakan sebuah narasi yang kuat.

Dugaan banyak pihak, pria yang baru saja kehilangan tiga orang terdekatnya dalam serangan itu kemungkinan besar akan bersikap lebih tegas dan tidak mudah tunduk pada tekanan dari Barat. Masa kepemimpinannya akan menjadi ujian nyata bagi figur yang selama ini hanya dikenal dari belakang layar, namun kini harus memimpin sebuah negara di tengah gejolak regional dan internasional yang kompleks.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar