PARADAPOS.COM - Aktor Ammar Zoni menghadapi momen krusial dalam perjalanan hukumnya. Pria berusia 32 tahun itu dijadwalkan menjalani sidang putusan untuk kasus dugaan peredaran narkoba di dalam rutan pada 23 April 2026 mendatang. Menjelang hari-H, Ammar mengaku diliputi perasaan takut dan cemas yang mendalam.
Momen Terberat dalam Proses Hukum
Dalam pertemuan terbaru, Ammar Zoni secara terbuka mengungkapkan tekanan batin yang dialaminya. Ia menyebut sidang putusan nanti sebagai momen paling berat sepanjang kasusnya berlangsung. Kecemasan itu bahkan mengganggu waktu istirahatnya, meski ia berusaha mengimbanginya dengan mendekatkan diri pada spiritualitas.
"Jadinya kurang tidur dan banyak berdoa," ungkapnya.
Kekhawatiran Kembali ke Nusakambangan
Selain menanti vonis hakim, mantan suami Irish Bella ini juga diliputi kekhawatiran lain. Ia sangat khawatir akan ditempatkan kembali di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan usai sidang. Ammar berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kondisi khususnya, mengingat menurut pengacara yang membelanya, ia bukanlah narapidana dengan risiko tinggi.
"Saya enggak kuat kalau harus kembali ke Nusakambangan," tutur Ammar dengan nada haru.
Harapan untuk Vonis Ringan dan Kehidupan Baru
Pemilik nama asli Muhammad Amar Alruvi itu berharap vonis yang akan dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam sidang sebelumnya pada 12 Maret 2026, jaksa menuntutnya dengan 9 tahun penjara dan denda Rp500 juta. Ammar mengaku kecewa dengan tuntutan tersebut.
Di balik semua ketegangan, ada kerinduan yang mendalam untuk segera menyelesaikan seluruh proses hukum. Ia ingin kembali ke kehidupan normal, memulihkan hubungan dengan keluarga, dan memulai babak baru.
"Mudah-mudahan vonisnya lebih rendah dari tuntutan JPU. Biar saya bisa segera pulang. Saya pengin ketemu anak, minta maaf ke orang-orang yang sudah saya sakiti, dan memulai hidup saya dari awal lagi," ujarnya penuh harap.
Artikel Terkait
Bentrokan di Sinak Papua Tewaskan 15 Warga Sipil, KemenHAM Desak Investigasi Transparan
DPR dan Pemerintah Sepakat Finalisasi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Serangan Drone Tewaskan Dua Orang di Lebanon Selatan, Gencatan Senjata 10 Hari Terancam Gagal
Gelombang Solidaritas Warga Iran Meningkat Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata dengan AS