PARADAPOS.COM - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, sejumlah inisiatif sosial digerakkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebutuhan ibu hamil di ruang publik, khususnya di transportasi umum Jakarta. Program yang dikenal dengan nama “Joki Bumil” ini menghadirkan relawan untuk membantu ibu hamil mendapatkan tempat duduk prioritas dan rasa aman saat beraktivitas di tengah kepadatan. Langkah ini dinilai penting mengingat masih rendahnya kesadaran publik akan akses prioritas bagi ibu hamil, yang berpotensi memicu kelelahan fisik dan ketidaknyamanan selama perjalanan.
Momentum Hari Kartini untuk Edukasi Publik
Hari Kartini tahun ini tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga panggung bagi gerakan sosial yang menyoroti tantangan ibu hamil di fasilitas umum. Kepadatan penumpang dan minimnya empati dari sesama pengguna transportasi kerap menjadi kendala utama. Melalui aksi “Joki Bumil”, para relawan turun langsung ke stasiun dan halte untuk mendampingi ibu hamil, sekaligus mengingatkan masyarakat sekitar agar lebih peka.
Business Group Manager PRENAGEN, Junita, menilai bahwa tantangan yang dihadapi ibu hamil di fasilitas umum masih cukup besar. Menurutnya, rendahnya kesadaran untuk memberi akses prioritas bisa berdampak pada kondisi fisik dan mental mereka.
“Menjadi ibu adalah perjalanan hebat, tapi bukan berarti harus dijalani sendirian. Di momen Hari Kartini ini, kami ingin memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi para ibu yang tetap hebat menjalankan berbagai peran, baik di rumah maupun saat bermobilisasi di ruang publik. Kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menjadi penonton, tapi menjadi kekuatan tambahan bagi mereka,” ujar Junita dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu, 22 April 2026.
Dukungan Sederhana, Dampak Besar
Selain di transportasi umum, aksi serupa juga dilakukan di berbagai titik keramaian seperti pusat perbelanjaan dan terminal. Tujuannya tak lain untuk mengedukasi masyarakat bahwa dukungan sederhana—seperti memberikan tempat duduk, membantu mobilitas, atau sekadar menunjukkan empati—dapat berdampak besar bagi kesehatan fisik dan mental ibu hamil. Junita menambahkan, lingkungan yang saling merangkul menjadi fondasi bagi tumbuhnya ibu yang kuat.
“Kami percaya bahwa ibu yang kuat lahir dari lingkungan yang saling merangkul. Selain itu, kami juga ingin mengajak semua orang untuk memberikan sandaran emosional bagi mereka,” tambahnya.
Menciptakan Ruang Publik yang Ramah Ibu Hamil
Melalui momentum Hari Kartini, gerakan ini menegaskan pentingnya peran bersama dalam menciptakan ruang publik yang ramah bagi ibu hamil. Bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga martabat dan rasa aman saat beraktivitas. Dengan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan ibu hamil dapat menjalani perjalanan mereka tanpa rasa khawatir, baik di dalam bus, kereta, maupun di tempat umum lainnya.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Surya Paloh Serukan Restorasi Moralitas Kebangsaan di Hadapan Akademisi
Pemerintah Tegaskan RUU Disinformasi Fokus Tangkal Propaganda Asing
Menkeu Tegaskan Tak Ada Pajak Baru Sebelum Daya Beli Pulih Signifikan
Sekretaris Kabinet Tinjau Persiapan Sekolah Rakyat, Ungkap Masih Ada Anak Putus Sekolah di Pusat Jakarta