Prabowo bahkan mengingatkan bahaya munculnya "budaya wisata bencana". Menurutnya, rakyat yang sedang menderita tidak boleh dijadikan objek tontonan atau alat untuk pencitraan politik semata.
"Kita tidak mau ada budaya wisata bencana. Jangan. Kalau datang, harus jelas tujuannya untuk membantu mengatasi masalah," imbuhnya.
Presiden juga memberikan ultimatum kepada para menteri dan pejabat terkait untuk menyesuaikan tugas pokok dan fungsi masing-masing dalam penanganan bencana. Kedatangan ke lapangan harus diiringi dengan tindakan konkret yang langsung meringankan beban korban.
"Kurang air bersih, apa tindakannya? Kurang BBM karena terisolasi, bagaimana solusinya? Rakyat jangan cuma ditengok, tapi ditolong," pungkas Prabowo Subianto.
Artikel Terkait
Desakan Copot Erick Thohir dari Menpora: PP Himmah Kritik Kinerja & Isu Reshuffle Kabinet Prabowo
Rocky Gerung: Jokowi Diduga Tak Bisa Hidup Tenang Sebelum Kasus Hukum Terbukti
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu: Kronologi Lengkap Kasus Ijazah Jokowi
Kontroversi Kelulusan Jokowi di UGM: Analisis 2 Pernyataan Berbeda Rektor Ova Emilia