PARADAPOS.COM - Serangkaian serangan udara yang diklaim berasal dari Iran terjadi di beberapa negara kawasan Teluk pada Kamis malam hingga Jumat (6/3/2026). Serangan ini menargetkan sejumlah lokasi sensitif, termasuk kompleks yang diyakini menampung kedutaan besar Israel di Bahrain, serta pangkalan militer AS di Qatar. Pertahanan udara Arab Saudi, Qatar, dan Yordania melaporkan telah berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah rudal jelajah serta drone yang melintas di wilayah udara mereka.
Target di Bahrain dan Respons Pertahanan Udara
Menurut laporan dari kantor berita semi-resmi Iran, Fars, sasaran serangan di ibu kota Bahrain, Manama, adalah kompleks komeredial Financial Harbour Towers. Lokasi ini diketahui menjadi tempat kedutaan besar Israel. Reuters kemudian mengonfirmasi bahwa sebuah drone telah dicegat di sekitar kompleks tersebut. Insiden ini terjadi di tengah peningkatan ketegangan regional yang telah memicu peringatan keamanan bagi warga sipil untuk tetap berada di dalam ruangan.
Intercepti di Arab Saudi dan Qatar
Respons pertahanan udara yang cepat juga dilaporkan oleh negara-negara tetangga. Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan keberhasilan mereka dalam menembak jatuh sebuah rudal jelajah di wilayah timur provinsi al-Kharj, serta tiga drone di area timur Riyadh. Sementara itu, otoritas Qatar mengumumkan bahwa pasukan pertahanan udaranya telah mencegat serangan pesawat tak berawak yang menuju Pangkalan Udara Al Udeid di Doha—sebuah fasilitas strategis yang menampung aset militer Amerika Serikat. Beberapa ledakan dilaporkan terdengar di kota tersebut.
Kementerian Pertahanan Qatar menegaskan, "Pasukan pertahanan udaranya berhasil mencegat serangan pesawat tak berawak yang menargetkan Pangkalan Udara Al Udeid di Doha yang menampung aset-aset AS."
Kecaman Uni Eropa dan Insiden di Yordania
Eskalasi ini langsung mendapat sorotan dan kecaman dari komunitas internasional. Para pemimpin Uni Eropa, dalam pembicaraan dengan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), secara tegas mengutuk serangan-serangan tersebut. Kepala kebijakan luar negeri EU, Kaja Kallas, menyuarakan solidaritas blok tersebut terhadap negara-negara Arab di Teluk.
Kallas bersama para pemimpin Eropa lainnya mengecam apa yang mereka sebut sebagai "serangan Iran yang tidak dapat dimaafkan terhadap negara-negara GCC".
Ketegangan juga merambah ke wilayah lain. Dari lapangan, seorang koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa pertahanan udara Yordania berhasil menembak jatuh beberapa drone di kota Irb. Serangkaian insiden ini semakin menggarisbawahi meluasnya jangkauan dan kompleksitas konflik yang sedang berlangsung, dengan respons pertahanan aktif yang dilakukan oleh multiple negara dalam waktu yang hampir bersamaan.
Artikel Terkait
Ibu Negara Irak Tolak Upaya AS-Israel Libatkan Kurdi dalam Konflik dengan Iran
Iran Klaim Drone Serang Kapal Induk AS di Teluk, USS Abraham Lincoln Ditarik Mundur
Kementerian Keuangan Israel Desak Longgarkan Pembatasan, Kerugian Ekonomi Capai Rp 50 Triliun per Minggu
Iran Lancarkan Serangan Rudal dan Drone ke Empat Negara Teluk